Selamat Datang di Blog Saya. Jangan lupa meninggalkan pesan dan komentar Anda

Jumat, 06 Februari 2015

Kisah Seekor Burung Elang

Kisah Seekor Burung Elang Elang jenis unggas dapat mencapai umur 70 thn, tetapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yg sangat berat pada umurnya yg ke-40. Ketika elang berumur 40 thn, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya jadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan ketika terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai 2 pilihan: Menunggu kematian atau mengalami suatu proses transformasi yg sangat menyakitkan dan panjang selama 150 hari. Elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang, berhenti dan tinggal disana. Elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yg baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yg baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya. 5 bulan kemudian, bulu-bulu elang yg baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 thn kehidupan barunya dgn penuh energi! Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yg sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat terbang lagi menggapai tujuan yg lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yg baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yg terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dgn penuh keyakinan. Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Perubahan pasti terjadi. Mari belajar dari burung elang. ‪#‎motivasi‬ ‪#‎semangat‬ ‪#‎inspirasi‬ By : aryginanjar.com

Menelusuri Budaya Adat SIRAWU' SULO di Desa Pongka

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Propinsi Sulawesi Selatan memiliki aneka ragam kebudayaan dan keadaan geografisnya sangat bervariasi. Ada dataran rendah dan ada juga gunung yang tinggi, tanah yang gersang dibagian selatan, pantai yang panjang dengan desa-desa nelayan, gua-gua stalaknit dan stalaktit, danau dan air terjun, serta gunung berapi yang tidak aktif. Daerah ini termasuk salah satu wilayah yang penduduknya paling padat di luar pulau Jawa dan Bali. Di Sulawesi Selatan terdapat tiga suku bangsa yang besar, yaitu: Bugis, Makassar, Toraja dan dan sebagian kecil suku bangsa lain. Suku Bugis dan Makassar beragama Islam dan tinggal di sepanjang pantai bagian selatan, terkenal dengan kerajinan tangan dan jiwa pelautnya. Suku Toraja yang beragama Kristen tinggal di bagian utara dan tetap mempertahankan kebudayaannya yang khas. Kabupaten Bone merupakan salah satu Kabupaten di pesisir timur Sulawesi Selatan Yang Terletak antara 04013’ – 5006 Lintang Selatan dan antara 119042’ - 120030’ Bujur Timur dan mempunyai garis pantai sepanjang 138 Km dari arah selatan ke arah utara serta berjarak ± 174 Km dari Kota Makassar Ibukota provinsi Sulawesi Selatan. Untuk mencapai desa Pongka yang berjarak 27 km dari kota Watampone tidak terlalu sulit karena bisa diakses dengan melalui darat menggunakan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat walaupun Infrastruktur fisik menuju ke sana masih terdapat jalan yang bolong-bolong yang perlu mendapat perhatian Pemda Bone. Suku Bugis adalah suku terbesar yang menempati Sulawesi Selatan. Masyarakat Bugis ini kemudian mengembangkan kebudayaan, bahasa, aksara, pemerintahan mereka sendiri. Beberapa kerajaan Bugis klasik dan besar antara lain Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Suppa dan Sawitto (Kabupaten Pinrang), Sidenreng dan Rappang. Meski tersebar dan membentuk etnik Bugis, tapi proses pernikahan menyebabkan adanya pertalian darah dengan Makassar dan Mandar. Saat ini orang Bugis tersebar dalam beberapa Kabupaten yaitu Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pinrang, Sinjai, Barru. Daerah peralihan antara Bugis dengan Makassar adalah Bulukumba, sinjai, Maros, Pangkajene Kepulauan. Daerah peralihan Bugis dengan Mandar adalah Kabupaten Polmas dan Pinrang. Bone merupakan daerah terluas di bandingkan daerah bugis lainnya. Dalam sejarahnya wilayah ini Berjaya di abad ke-17 pada masa pemerintahan Latenritatta Arung Palakka menguasai seluruh daerah Bugis-Makassar. Tentunya daerah ini juga mempunyai kebudayaan yang unik salah satunya adalah tradisi rakyat atau pesta rakyat Sirawu' Sulo. Pesta rakyat Sirawu' sulo merupakan tradisi budaya leluhur masyarakat desa Pongka, Kecamatan Tellu Siattinge kabupaten Bone, yang telah ada sejak terbentuknya Desa Pongka itu sendiri, sehingga sangat erat kaitannya dengan asal usul ditemukannya sebuah perkampungan yang memiliki tradisi unik tersebut. Pesta rakyat Sirawu' Sulo yang tidak dapat dipisahkan dengan sejarah keberadaan desa Pongka tersebut banyak menarik perhatian masyarakat, baik itu masyarakat luar maupun masyarakat yang ada dalam kabupaten Bone. Keunikan pesta rakyat yang menggunakan api sebagai media atraksinya tersebut dapat dijadikan salah satu atraksi pariwisata budaya yang dapat menjadi salah satu faktor untuk menarik dan mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah, baik itu dalam maupun luar negeri, seperti halnya atraksi budaya yang ada di Toraja yang banyak menarik perhatian wisatawan mancanegara. Melihat salah satu faktor yang dapat menarik wisatawan untuk menyaksikan atraksi tersebut, maka kami tertarik melakukan penelusuran untuk mengetahui apresiasi wisatawan, latar belakang motivasi, dan minat wisatawan terhadap atraksi tersebut, serta dampaknya terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. B. IDENTIFIKASI PENELUSURAN Adapun rumusan masalah dalam makalah ini ialah : a. Bagaimana sejarah Pariwisata Budaya di Daerah Pongka ? b. Bagaimana Profile masyarakat di Daerah Pongka ? c. Bagaimana adat dan kebudayaan masyarakat Daerah Pongka ? d. Bagaimana profil reponden dari event “Sirawu' Sulo” ? e. Bagaimana kesan wisatawan terhadap atraksi budaya “Sirawu' Sulo” ? f. Bagaimana kesan wisatawan terhadap atraksi Sirawu' Sulo sebagai salah satu atraksi budaya yang ada di Sulawesi Selatan? g. Bagaimana latar belakang motivasi dan minat wisatawan terhadap penyelenggaraan atraksi Sirawu' Sulo? h. Bagaimana dampak Event Sirawu Sulo terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. C. KERANGKA PIKIR PENELUSURAN Adapun kerangka berpikir penelitian yang kami lakukan terdapat dalam tabel (terlampir 1 dalam daftar tabel). Berbagai fungsi seni pertunjukan yang dapat dikenali, baik lewat data masa lalu maupun data etnografik masa kini, meliputi fungsi-fumhsi religius, peneguhan integrasi sosial, edukatif, dan hiburan. Yang berubah dari zaman ke zaman adalah penekanan pada fungsi-fungsi tertentu maupun bentuk-bentuk pernyataannya. Kadang-kadang muncul fungsi baru yang tidak dikenal , atau dikenal secara implisit saja. (Edy Sedyawati, 2007 :293) Contoh dari pemikiran tersebut berkaitan dengan atraksi Sirawu' Sulo yang memunculkan fungsi baru yang memang hanya dikenal secara implisit yaitu sebagai kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga yang telah merantau keluar daerah Pongka dan tempat ajang mencari pasangan. D. HIPOTESIS PENELUSURAN Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, dapat dikemukakan penjelasan sementara terhadap gejala dan perilaku tertentu yang terjadi dan merupakan masalah dalam penelitian. Hipotesis disusun sebagai gambaran peneliti tentang interaksi yang terjadi antara variabel penelitian sebagai suatu proses untuk menghasilkan kesimpulan. Hipotesis yang disusun dalam penelitian ini adalah: Hipotesis 1: Ho: Tidak terdapat hubungan faktor antara kesan wisatawan dengan atraksi sirawu' sulo Ha: Terdapat hubungan faktor antara kesan wisatawan dengan atraksi sirawu' sulo Hipotesis 2: Ho: Tidak terdapat latar belakang motivasi dan minat wisatawan dengan penyelenggaraan atraksi Sirawu' Sulo? Ha: Terdapat latar belakang motivasi dan minat wisatawan dengan penyelenggaraan atraksi Sirawu' Sulo Hipotesis 3: Ho: Tidak terdapat dampak atraksi Sirawu' Sulo terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Ha: Terdapat dampak atraksi Sirawu' Sulo terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. E. METODE PENELUSURAN Metode penelusuran ini secara teknis menggunakan metode survei dan penelitian deskriptif. Selain itu, kami juga menggunakan metode observasi dan wawancara. Dalam metode ini, teknik pengumpulan data yang kami gunakan ialah melalui cara observasi langsung dan wawancara kepada para narasumber secara langsung. Ketika kami berada di Daerah Pongka maka kami sekelompok mengumpulkan data secara bersama-sama dan dikumpulkan lalu kami makalahkan. (Drs. Wardiyanta, M.Hum., 2006:29) Penelitian Deskriptif (Descriptive Research) adalah penelitian yang bertujuan membuat deskripsi atas suatu fenomena sosial/alam secara sistematis, faktual dan akurat. Di samping itu, penelitian ini sering juga digunakan untuk menguji suatu hipotesis atau untuk menjawab pertanyaan mengenai berbagai peristiwa yang sedang terjadi di masyarakat. (Drs. Wardiyanta, M.Hum., 2006:5). Instrumen atau alat yang digunakan untuk penelusuran ini adalah kuesioner terbuka. Kuesioner merupakan panduan wawancara. Informasi yang disampaikan berupa uraian deskriptif dari sumber informasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara untuk mengetahui kesan, motivasi, minat dan dampak sosial ekonomi masyarakat Pongka terhadap penyelenggaraan atraksi Sirawu' Sulo. BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELUSURAN Pesta rakyat warisan leluhur masyarakat Pongka yang disebut dengan Sirawu' Sulo dilaksanakan setelah ditetapkannya waktu pelaksanaan yang disepakati oleh masyarakat Pongka yang dimulai berdasarkan petunjuk Sanro (Ketua Adat). Sebelum kegiatan dilaksanakan terlebih dahulu ada rangkaian persiapan berupa pembentukan panitia yang akan mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan peyelenggaraan atraksi tersebut. Kemudian digelar rangkaian acara pembuka yang disebut dengan Mabbepa Pitu (membuat kue yang jumlahnya tujuh) prosesi ini adalah syarat yang harus dilaksanakan oleh setiap masyarakat desa Pongka. Setelah acara Mabbepa pitu diselenggarakan, dimulailah pertandingan sepak bola yang diikuti oleh berbagai daerah seperti tetangga kampung maupun daerah lainnya. Pertandingan ini berlangsung selama beberapa hari, tergantung banyaknya peserta yang ikut berpartisipasi. Apabila rangkain kegiatan tersebut telah selesai, saatnya digelar acara puncak Sirawu Sulo yang dibuka dengan sebuah prosesi atau ritual yaitu Mampule Manu' (Mengarak ayam) dari rumah Sanro sampai pada lapangan tempat pertunjukan atraksi Sirawu' Sulo. Semua rangkaian prosesi tersebut memiliki makna dan tujuan pelaksanaan yang berbeda namun semuanya terkait satu sama lain dan terangkai dalam satu acara yaitu Pesta rakyat Sirawu' Sulo. A. SEJARAH Sejarah Desa Pongka yang di diami oleh masyarakat Desa Pongka, Kecamatan Tellu Siattingnge, Kabupaten Bone, menurut cerita penduduk asli setempat asal-usulnya bukan berasal dari kerajaan Bone, melainkan cikal bakalnya berasal dari kerajaan Baringeng di Kabupaten Soppeng. Ada dua anak dari Raja Kabupaten Soppeng yang memiliki watak yang berbeda, yaitu kurang baik dan baik. Perilaku anaknya yang kurang baik bersikap semena-mena kepada rakyat dan suka menyetubuhi gadis di daerahnya. Melihat kelakuan saudaranya tersebut, maka Petta Mabbaranie pergi meninggalkan Soppeng bersama dua orang penglima perang yaitu Petta Makkulli Dajangnge, dengan membawa gendang ajaib yang dijadikan pedoman untuk menentukan arah dan tempat yang akan dituju, sekaligus menjadi alat untuk menghibur dan menghilangkan lelah para rombongan dalam petualangan dan pengembaraannya Petta Mabbaranie berjalan kearah timur lalu singgah di Desa Langare dan setiap persinggahan yang yang dilalui gendang ajaib tersebut ditabuh, dan ternyata bunyi yang dikeluarkan gendang tersebut berbeda-beda disetiap tempat tempat persinggahan yang dilalui. Disuatu tempat persinggahan tiba-tiba gendang tersebut berbunyi nyaring (macenno) dan untuk mengenang peristiwa tersebut, maka mereka sepakat bahwa tempat peristirahatan itu diberi nama ‘Lacenno’ (sekarang kampung Lacenno Desa Mario Kecamatan Dua Boccoe kabupaten Bone Petta Mabbaranie dan rombongan melanjutkan perjalannnya, dipersinggahan selanjutnya bunyi gendang tersebut meriuh atau ramai riuh bergerumuh (Mario - dalam bahasa Bugis) sehingga kampung tersebut diberi nama ‘Mario’. Begitu seterusnya, sampai akhirnya tibalah rombongan tersebut disuatu tempat persinggahan, gendang ditabuh dan mengeluarkan bunyi yang berbeda dan membawa suasana hati para rombongan menjadi tenang dan bahagia. Gendang itu berbunyi kang…kang…kang… yang berarti ‘engka’ dalam bahasa Bugis artinya ada. Sedangkan kata ‘pong’ diawal kata Pongka berarti akar, dasar dan batang. Jadi kata Pongka berarti dasar kehidupan. Hal ini di sebabkan karena di Desa Pongka yang terkenal kering, namun tanaman tetap dapat tumbuh di Desa Pongka dan isyarat yang diberikan gendang ajaib tersebut, telah memberi keyakinan kepada segenap rombongan bahwa ditempat itu ada dasar kehidupan yang akan menjanjikan harapan dimasa depan yang penuh dengan kedamaian dan ketentraman, sehingga mereka sepakat untuk menetap di tempat itu dan merekapun memberinya nama kampung ‘Pongka’ seperti sekarang ini. Sejak saat itu, maka Petta Mabbaranie dan rombongannya sepakat untuk melaksanakan sumpah yang ditandai dengan melempar sebutir telur ke arah timur dan arah barat di perbatasan Desa Pongka dan Desa Ulo kecamatan Tellu Siattinge, maka sejak itulah dikenal adanya pesta adat dan tradisi Sirawu' Sulo di Desa Pongka. Tradisi unik Sirawu' Sulo yang banyak menarik perhatian warga bukan hanya dari tetangga kampung setempat, tapi juga dari daerah lain terutama di daerah perantauan warga Pongka, ini dilaksanakan secara turun temurun oleh warga Pongka dalam bentuk pesta rakyat, yang rangkaian kegiatannya biasanya berlangsung sekitar setengah sampai satu bulan lamanya, namun acara puncaknya hanya berlangsung selama tiga malam berturut-turut. Boleh jadi, kegiatan Sirawu' Sulo ini, pertama kali dilaksanakan oleh rombongan Petta Makkuli Dajangnge dan Petta Mabbaranie sebagai bentuk rasa syukur mereka setelah menemukan daerah baru yakni Pongka sebagai daerah yang menjanjikan untuk dijadikan sebagai tempat tinggal penghidupan bagi anak cucu mereka. Hanya saja, menurut peraturan warga setempat, pelaksanaan kegiatan Sirawu' Sulo ini secara turun temurun telah mengalami perubahan dan pergeseran, seiring dengan pengaruh perkembangan dinamisasi zaman. Awalnya, kegiatan Sirawu' Sulo ini dilaksanakan sekitar lima tahun sekali, namun demikian, meskipun belum cukup lima tahun tapi ketika sudah ada petunjuk atau bisikan yang mendatangi Sanro maka kegiatan ini sudah harus dilaksanakan karena warga tidak boleh melanggar perintah penguasa kampung sebab biasa mendatangkan bencana jika tidak dilaksanakan, menurut cerita masyarakat setempat, bencana yang terjadi biasanya akan ada warga yang sakit dan meninggal dunia, kemudian warga lain akan bernasib sama sehingga terjadi semacam peristiwa meninggal dunia yang berturut-turut. Pada saat sekarang ini kegiatan Sirawu' Sulo sudah ditetapkan waktunya sekali dalam tiga tahun, bentuk asli dari rangkaian Sirawu' Sulo ini, juga telah banyak mengalami perubahan dan rupanya tidak mampu dipertahankan lagi. Beberapa permainan rakyat seperti yang dulu dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan Sirawu' Sulo diganti dengan kegiatan lain seperti pertandingan sepak bola. Masyarakat yang mendiami Desa Pongka, Kecamatan Tellu Siattingnge, Kabupaten Bone, menurut cerita masyarakat setempat asal-usulnya bukanlah berasal dari kerajaan Bone, melainkan cikal bakalnya berasal dari kerajaan Baringeng di Soppeng. Menurut cerita, seorang penguasa kerajaan Soppeng pada waktu itu selalu bertindak secara sewenang-wenang dengan melakukan penindasan, pemerkosaan, dan hal-hal yang bertentangan dengan masyarakat, oleh karena itu sebagian rakyat pindah dan pergi meninggalkan Soppeng bersama dua orang penglima perang yaitu Petta Makkulli Dajangnge dan rekannya Petta Mabbaranie, dengan membawa gendang ajaib yang dijadikan pedoman untuk menentukan arah dan tempat yang akan dituju, sekaligus menjadi alat untuk menghibur dan menghilangkan lelah para rombongan dalam petualangan dan pengembaraannya. Disetiap persinggahan yang dilalui gendang ajaib tersebut ditabuh, dan ternyata bunyi yang dikeluarkan gendang tersebut berbeda-beda disetiap tempat persinggahan yang dilalui. Disuatu tempat persinggahan tiba-tiba gendang tersebut berbunyi nyaring (macenno - dalam bahasa Bugis) dan untuk mengenang peristiwa tersebut, maka mereka sepakat bahwa tempat peristirahatan itu diberi nama ‘Lacenno’ (sekarang kampung Lacenno Desa Mario Kecamatan Dua Boccoe). Kemudian rombongan melanjutkan perjalannnya, dipersinggahan selanjutnya bunyi gendang tersebut meriuh atau ramai riuh bergerumuh (Mario) sehingga kampung tersebut diberi nama “Mario” Begitu seterusnya, sampai akhirnya tibalah rombongan tersebut disuatu tempat persinggahan, gendang ditabuh dan mengeluarkan bunyi yang berbeda dan membawa suasana hati para rombongan menjadi tenang dan bahagia. Gendang itu berbunyi kang…kang…kang… yang berarti ‘engka’ dalam bahasa Bugis artinya ada. Sedangkan kata ‘pong’ diawal kata Pongka berarti akar, dasar dan batang. Jadi kata Pongka berarti dasar kehidupan. Ternyata isyarat yang diberikan gendang ajaib tersebut, telah memberi keyakinan kepada segenap rombongan bahwa ditempat itu ada dasar kehidupan yang akan menjanjikan harapan dimasa depan yang penuh dengan kedamaian dan ketentraman, sehingga mereka sepakat untuk menetap di tempat itu dan merekapun memberinya nama kampung ‘Pongka’. Setelah rombongan Petta Makkuli Dajangnge dan Petta Mabbaranie sepakat untuk tinggal di Desa Pongka, mereka melaksanakan sumpah yang ditandai dengan melempar sebutir telur ke arah timur dan ke arah barat di perbatasan Desa Pongka dan Desa Ulo, maka sejak itulah dikenal adanya pesta adat dan tradisi Sirawu Sulo di Desa Pongka. Boleh jadi, kegiatan Sirawu Sulo ini, pertama kali dilaksanakan oleh rombongan Petta Makkuli Dajangnge dan Petta Mabbaranie sebagai bentuk rasa syukur mereka setelah menemukan daerah baru yakni Pongka sebagai daerah yang menjanjikan untuk dijadikan sebagai tempat tinggal penghidupan bagi anak cucu mereka. B. PROFIL KEHIDUPAN MASYARAKAT PONGKA Masyarakat Pongka merupakan masyarakat yang ramah, kompak dan egaliter, serta memiliki prinsip sipammase-mase (saling kasih mengasihi), terbukti dengan pelaksanaan kegiatan pesta rakyat Sirawu' Sulo yang tetap mereka gelar dari dulu hingga kini, selain itu dapat juga kita lihat berdasarkan sikap egaliter mereka yaitu keseragaman cat rumah mereka yang berwarna kuning dan hijau. Bukan hanya dari kedua sudut pandang tersebut, tetapi kekompakan mereka dapat kita jumpai dalam kerjasama mereka dalam mengelola hasil pertanian atau perkebunan mereka (mata pencaharian), contohnya apabila kita berada di daerah tersebut, maka tidak jarang kita akan menjumpai beberapa warga yang berkumpul di bawah salah satu rumah panggung masyarakat bugis tersebut yang sedang bekerja sama saling tolong menolong mengolah hasil pertanian atau perkebunan mereka, seperti tembakau, kapas, jagung, dan sebagainya. Kebersamaan serta kekeluargaan yang ada diantara mereka lebih kental dengan tidak adanya strata sosial atau kelas-kelas sosial dalam kehiduapan masyarakat mereka yang menjadi pemisah atau batas diantara keakraban mereka. Bagi mereka tidak ada kata Arung maupun Raja yang harus dihormati seperti di daerah lainnya, mereka semua sama sebagai masyarakat Pongka yang menjalani hidup dengan Sipammase-mase. C. Adat Dan Kebudayaan Dalam penelusuran kami, di Pongka tak banyak yang kami dapatkan informasi tentang hal- hal yang berkaitan dengan kesenian, karena pada umumnya pada saat mereka melaksanakan pesta adat ini hanya mengkhusus pada prosesi dan ritualnya saja meski kuliner, masyarakat dan bahasa ikut tergabung tetapi inti dari pesta adat ini yaitu ketika masyarakat Pongka melakukan prosesi dan ritualnya. Kesenian dalam pesta adat ini merupakan unsur yang terpenting sebenarnya namun hasil penelusuran yang kami dapat banyak informan yang kami wawancarai mengatakan bahwa kesenian hanya untuk melengkapi pesta adat ini agar kelihatan ramai namun dutinjau dari segi jenis- jenis seni kami mendapatkan data mentah dari setiap informan yang memberikan informasi kurang jelas, banyak persepsi dari mereka sehingga apa yang di ucapkan dan diketahui dari mereka. Kemudian itulah yang kami tulis dalam bagian-bagian atau jenis-jenis seni yang sudah kami susun. Untuk itu mohon maaf jika banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan penelusuran kami ini. Kami masih perlu belajar dan terus belajar sebagai anak yang berbudaya dan mencintai budaya sendiri. Berikut di bawah ini hasil penelusuran kami dari kelompok Kesenian tentang pesta adat “Sirawu' Sulo” di Pongka kecamatan Tellu Siattinge kabupaten Bone. Adapun hal- hal yang terkait dengan kesenian serta jenis- jenis seni yang mencakup didalamnya : SENI SASTRA Dalam seni sastra terdapat 2 hal yang membedakan yaitu bagaimana hal itu diungkapkan secara lisan dan bagaimana hal itu diungkapkan secara tulisan. • Ditinjau dari segi lisan yaitu sebuah ucap atau tutur dari masyarakat Pongka untuk memulai acara ini dengan pembukaan dari ketua panitia, ia melisankan hal-hal yang akan dilaksanakan untuk kegiatan pesta adat ini. • Ditinjau dari segi tulisan yaitu dari sumber yang berhasil kami dapatkan adanya” Literatur sejarah desa Pongka serta lontara- lontara kuno dalam hal ini mantra- mantra”. Tak jelas lontara apa yang digunakan tetapi menurut salah satu informan yang berhasil kami wawancarai mengatakan bahwa ia berbentuk mantra- mantra yang dibacakan pada saat pesta adat ini dan pada saat melakukan “makkalu atau berjalan menelusuri kampung” dan yang membacakannya adalah orang-orang tertentu saja dalam hal ini “Sanro atau Ketua Adat” dan teman-temanya. SENI MUSIK Dalam seni music yang terkait di dalamnya yaitu lagu, teks, aransemen (tangga nada), instrument ( apakah alat pukul atau alat tiup yang di gunakan ). Dalam pesta dat ini alat musik yang di gunakan adalah alat musik perkusi atau pukul yang berjumlah 2 buah dibawa oleh 2 orang pemain dewasa sambil mmembawa “ulereng atau alat untuk menggotong” dan mengelilingi kampung, kemudian kostum yang digunakan bebas artinya tak ada ketentuan atau kostum adat yang wajib di gunakan oleh para perangkat pesta adat ini dan berusia 17 tahun ke atas dan harus penduduk asli desa Pongka. Tempat dilaksanaknnya permainan alat musik gendang ini di laksanakan di rumah Sanro atau Ketua Adat sekitar sejam dirangkaikan pembacaan mantra-mantra kemudian bersiap-siap mengunjungi beberapa titik yang dianggap penting diiringi sesekali suara musik gendang dan suara hentak-hentak dari pemain. SENI TARI Dalam pesta adat ini yang terkait di dalamnya seperti : a) Gerak, dalam hal ini gerak dari pemain itu bebas tidak ada gerak yang mengharuskan mereka mengikuti secara teratur. b) Posisi, dalam hal ini posisi pemain juga tak diatur terserah dari mereka sesuka mereka di mana posisi yang nyaman disitulah mereka berjoget dengan bebas yang penting senang kata mereka. c) Komposisi, dalam hal ini komposisi tak jelas dan tak karuan yang penting mereka bebas berekspresi. d) Musik, dalam hal ini musik diiringi oleh penabuh gendang dan sesekali penabuh gendang ikut juga dalam tarian tersebut. e) Kostum, dalam hal ini kostum yang dikenakan bebas f) Merias diri sendiri tanpa harus memakai make-up mengalir secara sederhana dari raut wajah mereka g) Properti, dalam hal ini properti yang di gunakan adalah alam sebagai aspek pendukung meriahnya acara ini juga suasana hutan yang menambah mistis dan sakralnya acara ini. h) Tempat pertunjukan di rumah Sanro atau Ketua Adat dan tempat-tempat yang dikunjungi memakai background alam sebagai aspek pendukung. i) Tari yang di gunakan dalm pesta adat ini yaitu TARI PA’BBANUAE yang berfungsi sebagai penyambutan dan penghormatan arwah leluhur SENI TEATER Seni teater dalam hal ini menurut persepsi kami yaitu permainan Sirawu' Sulo di lapangan dapat dijadikan seni teater, mengapa demikian karena mereka bermain dengan gerak, suara yang lantang untuk berteriak memanggil lawannya,menggunakan alat yaitu daun kelapa yang didikat dan dibakar dengan sulo dan melempa-lempar dengan nada yang mungkin diantara mereka ada yang emosi dan ada pula yang senang karena pesta adat ini diadakan lagi. Teter itu belajar memaknai kehidupan ini, belajar menjadi seorang yang kuat tterhadap aral lintang yang mmenghadang. Intinya pesta adat yang unik ini dapat dijadikan sebagai bentuk kesenian yang bisa bitampilkan sampai kepanggung atu malah diperkenalkan ke luar negri dengan teater Sirawu' Sulo misalnya. Sehingga dapat memperkaya khazanah budaya khususnya kabupaten Bone dan Sulawesi Selatan pada umumnya. Potensi Lain , Adat, dan Kebudayaan Lain dari Desa Pongka 1. Pertanian Desa Pongka merupakan salah satu daerah pertanian yang subur, sehingga pada umumnya masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Hasil dri pertaniannya yang cukup terkenal berupa jagung, kapas, tembakau, kacang ijo, kelapa, coklat dan CB2 atau Canggoreng Bangkung-Bangkung dan sebagainya. 2. Sosiologi Interaksi dalam kehidupan sosial masyarakat Pongka merupakan interaksi yang aktif karena penuh dengan rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan kekompakan yang memiliki prinsip sipammase-mase atau saling kasih mengasihi. Hal tersebut terbukti dengan keseragaman cat rumah yang berwarna hijau putih dan suksesnya mereka mengolah lahan pertanian karena saling tolong menolong. Selain itu, hal tersebut dapat dilihat dari kerjasama mereka dalam melaksanakan pesta rakyat Sirawu' Sulo yang dilkasanakan setiap tiga tahun sekali. 3. Arkeologi Di Desa Pongka ada beberapa tempat yang ditemukan yang memiliki artefak, yaitu adanya makam, keramik, aggolacengeng dan saukang yang berada disebuah bukit. 4. Linguistik Bahasa yang dituturkan oleh masyarakat Desa Pongka merupakan bahasa bugis yang dialeknya mirip dengan dialek Soppeng namun juga mendapat pengaruh dari wilayah perkampungannya yaitu dialek Bone. Selain itu, yang menjadi ciri khas mereka adalah beberapa penyingkatan kata dimana penyingkatan kata tersebut berbeda dengan cara penyingkatan-penyingkatan kata dalam bahasa Bugis manapun. ETNIK MERUPAKAN BAGIAN DARI KEBUDAYAAN a. Etnik Di Desa Pongka memiliki banyak keunikan seperti : 1. Memiliki keseragaman warna rumah yaitu warna hijau dan kuning. Hal ini menurut cerita disebabkan karena keseragaman saja ketika bupati Bone pada beberapa tahun lalu mengikutkan Desa Pongka pada acara tahunan jadi untuk membedakannya dengan desa lainnya maka diseragamkan warna rumah. 2. Arah rumah mereka menghadap ke timur dan membelakangi Kabupaten Soppeng, hal ini dipengaruhi oleh sejarah Desa Pongka. Beberapa ciri khas masyarakat Pongka itu sendiri, salah satunya adalah rumah yang catnya serempak berwarna hijau dan kuning yang letaknya tidak boleh menghadap ke barat, hal tersebut berhubungan dengan sejarah Desa Pongka itu sendiri yaitu Petta Makkuli Dajangnge dan Petta Mabbaranie datang dari barat, sehingga mereka dilarang mendirikan rumah yang menghadap ke barat, bentuk rumah mereka masih mencirikan rumah khas orang bugis yaitu rumah panggung dimana setiap rumah memiliki sumur yang berada didekat tangga depan rumah, meski begitu saat ini sudah cukup banyak juga warga yang mendirikan rumah permanen. Ciri khas lainnya dari masyarakat Pongka yang terkenal kompak adalah tidak adanya strata sosial atau kelas-kelas sosial tertentu dalam masyarakat mereka yang biasanya jadi batas atau pemisah tersendiri ditempat lain. Menurut mereka warga Pongka adalah semuanya sama, tidak ada kata raja atau arung, semua saling menghormati termasuk ketua adat seperti sanro, saling kasih mengasihi. Ciri khas lainnya yang merupakan tutur masyarakat Pongkapun memiliki ciri khusus, dialek mereka mirip dengan dialek Soppeng yang memang merupakan cikal bakal adanya Desa Pongka yang bercampur dengan dialek Bone pengaruh letak wilayahnya sekarang, dan yang khasnya mereka selalu menggunakan kata dengan menyingkat kata-kata tersebut yang berbeda dengan dialek bugis lainnya, berbeda dengan Soppeng maupun Bone sebagai letak Desa Pongka itu sendiri. b. Religius Makna religius masyarakat Pongka yang membedakannya dengan masyarakat lainnya ialah adanya sesajen di akkarajangeng. Namun,masyarakat yang mendiami desa Pongka seluruhnya beragama Islam. Meskipun demikian, masyarakat tersebut masih memiliki kepercayaan animisme ( menyembah benda-benda seperti pohon, dll ). Hal ini dibuktikan pada saat acara sebelum diadakannya kegiatan sirawu' sulo, pada saat “Mabbule Manu“, sanro dan rombongan yang mengarak ayam singgah pada suatu tempat di atas bukit, di bawah pohon besar dengan menaruh sesajen seperti telur, beras dan sebagainya, sambil membaca doa. Hal tersebut dapat dilihat bahwa masyarakat Pongka sepenuhnya menganut agama Islam, tetapi masih percaya pada kekuatan-kekuatan gaib lain. e. Estetika Keadaan estetika cukup lumayan di Desa Pongka karena letaknya desa Pongka bisa dikatakan strategis karena diapit oleh tiga daerah yaitu Bone, Soppeng,dan Wajo. Selain letaknya yang strategis, keadaan lingkungan desa Pongka yang bersih dan rumah-rumah yang tersusun rapi dengan warna cat yang sama yang semakin menambah keindahan dan kecantikan desa tersebut. Keindahan desa Pongka akan sangat tampak jelas jika kita melihat dari atas bukit. Selain panorama tersebut pohon-pohon yang tersusun rapi yang menambah keasrian desa Pongka. BAB III PEMBAHASAN PENELUSURAN a. Presepsi Orang Pongka. Kebiasaan orang Pongka ketika mereka kedatangan tamu, mereka merasa sungkan jika tidak menyajikan sesuatu seperti makanan semacam nasi, kue atau minuman. Masyarakat Pongka juga mempunyai rasa solidaritas yang tinggi sesama manusia ketika mereka kedatangan tamu, masyarakat pongka juga memiliki sifat yang ramah kepada masyarakat yang datang untuk melihat upacara sirawu' sulo. b. Pendidikan Latar belakang Pendidikan masyarakat Pongka tidak sampai pada pendidikan yang terbilang tinggi seperti Sarjana, kebanyakan masyarakat Pongka hanya tamatan Sekolah Dasar. Hal tersebut sekiranya wajar sama halnya dengan dsa-desa yang baru mekar lainnya. Adapun masyarakat Pongka yang melanjutkan pendidikannya keperguruan tinggi hanya sebagian saja, mungkin yang memiliki keuangan yang lebih atau mampu membayar pendidikanya. a. Kesan Wisatawan terhadap atraksi budaya Sirawu' Sulo Adapun kesan para wisatawan terhadap atraksi budaya Sirau Sulo ialah : 1. Para wisatawan cukup tertarik terhadap acara ini karena dalam acara ini cukup menarik, baik dari pra acara hingga puncak acara “Sirawu' Sulo”. 2. Acara ini dimulai dengan pertandingan sepak bola dari beberapa kabupaten dengan beberapa tim sepakbola yang kemudian di rangkaian acara makkalu hingga pesta rakyat “Sirawu Sulo” pada malam harinya. BAB IV LATAR BELAKANG MOTIVASI DAN MINAT WISATAWAN Berdasarkan hasil survei dan wawancara yang dilakukan, maka kami dapat mengambil kesimpulan beberapa latar belakang motivasi dan minat wisatawan : 1. Refreshing. Kebanyakan dari responden kami memiliki minat dan motivasi untuk mendatangi “Sirawu Sulo” demi mendapatkan hiburan dan kesenangan. Maklum saja hiburan dizaman sekarang ini juga telah mengandung nilai material sehingga untuk mendapatkan “hiburan murah meriah” maka kebanyakan dari mereka memilih hiburan seperti ini. 2. Experience Selain para wisatawan local dari masyarakat Pongka sendiri, kebanyakan juga terdapat wisatawan dari luar kota yang mengunjungi acara ini. Misalnya kami yang datang mengunjungi Desa Pongka kecamatan tellu Sattinge Kabupaten Bone untuk mendapatkan pengalaman baru yang tentunya tidak kami dapatkan dari wisata-wisata di daerah lain. Menurut kami, acara seperti ini tentunya sangat menarik dan dapat dijadikan sebuah acara dalam kalender kebudayaan kabupaten Bone maupun provinsi Sulawesi Selatan yang mampu meningkatkan devisa pendapatan masyarakat Pongka sendiri bahkan Provinsi secara umumnya sehingga mampu mendapatkan nilai budayanya juga. 3. Culture Knowledge Beberapa wisatawan mengunjungi Desa Pongka untuk mendapatkan pengetahuan kebudayaan. Selain itu, mahasiswa dapat menyusun skripsi yang mengangkat tema “Kebudayaan Sirawu' Sulo di Desa Pongka” untuk kemudian mampu dikembangkan sebagai “culture knowledge” dan dibagaikan kepada masyarakat umum. BAB V DAMPAK EVENT SIRAWU' SULO TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SETEMPAT Adapun dampak event “Sirawu Sulo” terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat ialah : 1. Dampak Sosial Adapun dampak sosial yang dihasilkan oleh event “Sirawu Sulo” ini ialah : a. Desa Pongka Kecamatan Tellu Sattinge Kabupaten Bone melalui acara ini mampu menghasilkan banyak wisatawan lokal (Masyarakat Pongka dan Bone) serta wisatawan interlokal (Masyarakat di luar Kab. Bone) sehingga Desa Pongka memiliki banyak pengunjung yang mampu melihat keindahan alam Desa Pongka seperti misalnya di bukit, serta keragaman budaya yang berada di Desa Pongka. b. Melalui event “Sirawu' Sulo”, Beberapa anggota keluarga dari masyarakat Pongka yang dating berkunjung kembali ke Pongka karena dalam event ini juga merupakan ajang silahturahmi keluarga sehingga sejauh apapun sanak keluarga mereka akan berkumpul pada acara “Sirawu Sulo” seperti pada salah seorang responden yang kami wawancarai mengatakan bahwa dia jauh-jauh datang dari Malaysia cuma untuk berkunjung ke Pongka demi acara “Sirawu Sulo” dan demi rasa cintanya pada Desa kelahirannya. Namun, dia menambahkan bahwa tradisi ini juga berlangsung jika orang yang merantau tersebut memiliki materil yang menengah keatas karena tidak dipaksakan jika orang yang tidak mampu melaksanakannya. Sehingga tak tanggung-tanggung tahun 2012 ini sebanyak 80 ekor kuda dikorbankan untuk acara ini. c. Dampak Ekonomi Adapun dampak ekonomi yang dihasilkan oleh event “Sirau Sulo” ini ialah : 1. Dampak ekonomi yang paling terlihat dari acara ini ialah banyaknya pedagang dadakan yang berada di sekitar lokasi puncak acara yaitu Lapangan Mabbaranie. Melalui pedagang dadakan ini dapat pula disimpulkan bahwa even “Sirawu Sulo” mampu meningkatkan pendapatan warga setempat yang menjadi pedagang dadakan. 2. Selain melalui dampak Sirawu Sulo pada pedagang dadakan, maka dampak ekonomi juga berpengaruh pada pedagang rumahan yang berada di Daerah Pongka sekitar acara “Sirawu Sulo”, misalnya untuk membeli snack ataupun makanan ringan lainnya. BAB VI PENUTUP Kesimpulan Adapun kesimpulan dalam makalah ini ialah : 1. Apreasi kunjungan wisatawan terhadap penyelenggaraan acara “Sirawu Sulo” sangat baik meliputi kebanggaan, penghormatan serta adanya keinginan wisatawan untuk mengembangkan kebudayaan daerah “Sirau Sulo” pada Desa Pongka Kecamatan Tellu Sattinge Kabupaten Bone dan menjaga keunikan budaya tersebut. 2. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor atraksi masyarakat setempat dengan kesan wisatawan terhadap atraksi meliputi faktor ecotour dan ecolodge. Sedangkan sub faktor ecotour yang member pengaruh nyata terhadap kesan atraksi adalah penghormatan wisatawan terhadap budaya setempat. Adapun sub faktor ecolodge yang mencerminkan penempatan yang alami memberi pengaruh nyata terhadap kesan atraksi. 3. Faktor tempat dan pekerjaan responden memberikan pengaruh nyata terhadap kesan atraksi sedangkan faktor usia berpengaruh secara nyata terhadap ekspektasi acara “Sirawu Sulo” 4. Secara umum masyarakat setempat (local community dan host community) memperoleh manfaat langsung dari penyelenggaraan acara “Sirawu Sulo” ini, yaitu berupa manfaat ekonomi dan non ekonomi. Saran-saran Adapun saran dari hasil penelusuran ini ialah : 1. Acara “Sirawu Sulo” ini sebaiknya dilaksanakan setiap tahunnya agar mampu memperat hubungan silahturahmi antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya selain itu untuk lebih memperkenalkan Desa Pongka kepada masyarakat pada umumnya. 2. Kami sangat mengharapkan jika ada acara kebudayaan seperti ini agar sekiranya mampu dicatat semua oleh Dinas Pariswisata dan Ekonomi Kreatif kabupaten Bone untuk menjaga keunikan kebudayaan daerah kita masing-masing serta agar kebudayaan ini mampu di lestarikan oleh generasi muda. Tidak hanya event “Sirawu' Sulo” Desa Pongka saja akan tetapi seluruh kebudayaan daerah yang berada di Sulawesi Selatan. 3. Kami mengharapkan pemda Bone khususnya dinas terkait untuk menginventarisir kegiatan-kegiatan budaya di kabupaten Bone karena hingga saat ini belum dapatkan literatur budaya Bone yang dikeluarkan pemda Bone. Kecuali melalui internet situs Teluk Bone yang selama ini giat mengekspos seni.sejarah, budaya, dan wisata kabupaten Bone. Sumber : www.telukbone.org Penelitian Mahasiswa PSGBD Unhas - Reviewer: Teluk Bone - ItemReviewed: Menelusuri Budaya Adat SIRAWU' SULO di Desa Pongka

Sabtu, 20 Desember 2014

Perdagangan Internasional

Perdagangan Internasional Bahan Ajar, Bahan Ajar Ekonomi SMP, Dunia Pendidikan, kelas IX, Perangkat Pembelajaran, SMP Negeri 5 Yogyakarta, tagged Perdagangan Internasional on 16 November 2011 | Leave a Comment » 2 Votes Sekhah Efiaty, S.Pd. Pernahkah kalian membeli produk dari negara lain ataupun melakukan pembayaran menggunakan uang asing? Jika pernah, coba kalian ceritakan pengalaman itu kepada teman-teman….! Aktivitas membeli produk dari negara lain sudah termasuk dalam kegiatan Perdagangan Internasional. 1. Pengertian Perdagangan Internasional Kegiatan Ekspor Impor di Pelabuhan Kegiatan Ekspor Impor di Pelabuhan Untuk memenuhi kebutuhan manusia, pedagang mempunyai peranan yang sangat penting. Barang hasil produksi dapat tersalurkan ke konsumen melalui para pedagang tersebut. Mereka membeli barang untuk dijual kembali tanpa mengubah jenis/bentuknya dengan tujuan memperoleh laba disebut perdagangan. Sekarang, kegiatan perdagangan sangat luas. Perdagangan sudah merambah wilayah antarnegara (internasional). Proses tukar-menukar barang atau jasa yang terjadi antara satu negara dengan negara yang lain inilah yang disebut perdagangan internasional. Dalam perdagangan antarnegara tersebut melibatkan eksportir dan importir. 2. Penyebab Timbulnya Perdagangan Internasional Ada beberapa tokoh yang mengemukakan teori tentang terjadinya perdagangan internasional. Tokoh tersebut di antaranya adalah Adam Smith dan David Ricardo. Adam Smith mengemukakan teori yang disebut Theory of Absolute Advantage (teori keunggulan mutlak). Menurut teori ini suatu negara disebut memiliki keunggulan mutlak dibandingkan negara lain apabila negara tersebut dapat memproduksi barang atau jasa yang tidak dapat diproduksi negara lain. Misalnya Indonesia memproduksi gas alam cair. Jepang tidak mempunyai sumber gas alam, tetapi mampu memproduksi mobil. Dengan demikian, terjadilah perdagangan barang antara Indonesia dan Jepang. Sedangkan David Ricardo mengajukan teori tentang perdagangan internasional yang disebut Theory of Comparative Advantage (Teori Keunggulan Komparatif). Menurut David Ricardo keunggulan komparatif suatu negara apabila negara tersebut dapat memproduksi suatu barang atau jasa dengan efisien dan lebih murah dibandingkan negara lain. Sebagai contoh, Indonesia dan Korea Selatan negara produsen komputer. Korea Selatan mampu memproduksi komputer dengan harga lebih murah daripada Indonesia. Korea Selatan memiliki keunggulan komparatif dibandingkan Indonesia dalam memproduksi komputer. Indonesia akan lebih untung apabila mengimpor komputer dari Korea Selatan. Perdagangan internasional terjadi karena adanya hal-hal berikut. a. Perbedaan Hasil Produksi Tiap-tiap negara mempunyai kekayaan alam, modal, teknologi, dan kebudayaan yang berbeda. Oleh karena itu, tiap-tiap negara mempunyai hasil produksi yang berbeda-beda. Ada negara yang dapat memproduksi suatu barang atau jasa yang melimpah, sementara ada negara yang kekurangan hasil produksi barang atau jasa tersebut tetapi memiliki barang atau jasa lainnya. Contoh Indonesia banyak menghasilkan produksi pertanian, Korea dan Jepang banyak menghasilkan barang-barang elektronik. b. Perbedaan Harga Barang Harga suatu barang di tiap-tiap negara berbeda. Perbedaan harga inilah yang mendorong adanya perdagangan internasional. Misalnya, harga komputer di Korea Selatan dan di Jepang lebih murah daripada harga di Indonesia mendorong orang Indonesia membeli komputer tersebut di Korea atau Jepang untuk dijual di Indonesia. Mereka melakukan perdagangan karena memperoleh keuntungan sebagai akibat dari adanya perbedaan harga jual dan harga beli. c. Adanya Keinginan untuk Meningkatkan Produktivitas Tiap-tiap negara mempunyai kebutuhan akan barang yang beraneka ragam. Namun secara ekonomi, tiap negara lebih baik memproduksi beberapa macam barang saja kemudian melakukan perdagangan internasional. Dengan spesialisasi ini produktivitas tiap negara menjadi lebih tinggi. 3. Faktor-Faktor Penghambat Perdagangan Internasional Seringkali terdapat banyak hambatan dalam melakukan perdagangan internasional. Hambatan itu ada yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Adapun hambatan tersebut antara lain, sebagai berikut. a. Tidak Amannya Suatu Negara Jika suatu negara tidak aman, para pedagangnya beralih ke negara lain yang lebih aman. Semakin aman keadaan, semakin mendorong para pedagang untuk melakukan perdagangan internasional. b. Kebijakan Ekonomi Internasional yang Dilakukan oleh Pemerintah Ada kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh suatu negara yang merupakan hambatan bagi kelancaran perdagangan internasional. Misalnya, pembatasan jumlah impor, pungutan biaya impor/ekspor yang tinggi, perijinan yang berbelit-belit. c. Tidak Stabilnya Kurs Mata Uang Asing Kurs mata uang asing yang tidak stabil membuat para eksportir maupun importir mengalami kesulitan dalam menentukan harga valuta asing. Kesulitan tersebut berdampak pula terhadap harga penawaran maupun permintaan dalam perdagangan. Hal ini membuat para pedagang internasional enggan melakukan kegiatan ekspor dan impor. 4. Perbedaan Perdagangan dalam Negeri dan Luar Negeri Terdapat beberapa perbedaan antara perdagangan dalam negeri dan perdagangan internasional. Perbedaan tersebut antara lain sebagai berikut. a. Jangkauan Wilayah Perdagangan dalam negeri mencakup satu wilayah negara, sedangkan perdagangan antarnegara menjangkau beberapa negara. b. Cara Pembayaran Cara pembayaran pada perdagangan dalam negeri menggunakan satu macam mata uang, sedangkan perdagangan luar negeri menggunakan macam-macam mata uang (valuta asing). c. Sistem Distribusi Perdagangan dalam negeri lebih banyak dilakukan dengan menggunakan sistem distribusi langsung. Sedangkan perdagangan luar negeri menggunakan sistem distribusi tidak langsung. d. Peraturan yang Berlaku Peraturan yang harus diikuti dalam perdagangan antarnegara lebih rumit dibandingkan dengan perdagangan dalam negeri. Dalam perdagangan internasional melibatkan sekurang-kurangnya dua negara. Oleh karena itu, peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh pedagang internasional sekurang-kurangnya berlaku pada dua negara tersebut. e. Tingkat Persaingan Karena penjual dan pembeli suatu barang berasal dari berbagai negara maka tingkat persaingan perdagangan antarnegara lebih ketat dibandingkan dengan perdagangan dalam negeri. f. Satuan Ukuran dalam Berat, Panjang, dan Isi Dalam perdagangan dalam negeri biasanya digunakan ukuran berat, panjang, dan volume yang berlaku di dalam negeri. Namun untuk perdagangan internasional, ukuran-ukuran tersebut harus menggunakan ukuran yang berlaku secara internasional. g. Biaya Angkutan Dalam perdagangan internasional diperlukan biaya angkutan yang lebih tinggi daripada perdagangan dalam negeri. Ini terjadi karena perbedaan jarak dan sistem administrasi perdagangan. h. Tatap Muka Langsung Penjual dan Pembeli Dalam perdagangan dalam negeri, antara penjual dan pembeli dapat bertatap secara langsung. Akan tetapi, dalam perdagangan internasional bagi penjual dan pembeli untuk bertatap muka secara langsung tidak mudah. Perhatikan tabel perbedaan antara perdagangan dalam negeri dan luar negeri di bawah ini! Tabel 8.2 Perbedaan Perdagangan dalam Negeri dan Luar Negeri Tabel 8.2 Perbedaan Perdagangan dalam Negeri dan Luar Negeri 5. Kegiatan Ekspor dan Impor Kegiatan perdagangan internasional melibatkan minimal dua pihak, yaitu eksportir dan importir. Berikut ini akan kalian pelajari tentang kegiatan ekspor dan impor. a. Ekspor Banyak orang atau badan hukum yang melakukan penjualan barang ke luar negeri. Kegiatan tersebut disebut ekspor, dan orang atau badan yang melakukannya dinamakan eksportir. Tujuan eksportir adalah untuk memperoleh keuntungan. Harga barang-barang yang diekspor tersebut di luar negeri lebih mahal dibandingkan dengan di dalam negeri. Jika tidak lebih mahal, eksportir tidak tertarik untuk mengekspor barang yang bersangkutan. Tanpa kondisi itu, kegiatan ekspor tidak akan menghasilkan keuntungan. Dengan adanya ekspor, pemerintah memperoleh pendapatan berupa devisa. Semakin banyak ekspor semakin besar devisa yang diperoleh negara. Secara garis besar, barang-barang yang diekspor oleh Indonesia terdiri atas dua macam, yaitu minyak bumi dan gas alam (migas) dan nonmigas. Barang-barang yang termasuk migas antara lain minyak tanah, bensin, solar, dan elpiji. Adapun barang-barang yang termasuk nonmigas sebagai berikut. 1) Hasil pertanian dan perkebunan. Contohnya, karet, kopi, dan kopra. 2) Hasil laut terutama ikan dan kerang. 3) Hasil industri. Contohnya kayu lapis, konfeksi, minyak kelapa sawit, meubel, bahan-bahan kimia, pupuk, dan kertas. 4) Hasil tambang nonmigas. Contohnya bijih nekel, bijih tembaga, dan batubara. Banyak faktor yang dapat memengaruhi perkembangan ekspor suatu negara. Faktor-faktor tersebut ada yang berasal dari dalam negeri maupun keadaan di luar negeri. Beberapa faktor tersebut adalah sebagai berikut. 1) Kebijakan pemerintah di bidang perdagangan luar negeri Apabila pemerintah memberikan kemudahan kepada para eksportir, eksportir terdorong untuk meningkatkan ekspor. Kemudahan-kemudahan tersebut antara lain penyederhanaan prosedur ekspor, penghapusan berbagai biaya ekspor, pemberian fasilitas produksi barang-barang ekspor, dan penyediaan sarana ekspor. 2) Keadaan pasar di luar negeri Kekuatan permintaan dan penawaran dari berbagai negara dapat memengaruhi harga di pasar dunia. Apabila jumlah barang yang diminta di pasar dunia lebih banyak daripada jumlah barang yang ditawarkan, maka harga cenderung naik. Keadaan ini akan mendorong para ekportir untuk meningkatkan ekspornya. 3) Kelincahan eksportir untuk memanfaatkan peluang pasar Eksportir harus pandai mencari dan memanfaatkan peluang pasar. Dengan kepandaian tersebut, mereka dapat memperoleh wilayah pemasaran yang luas. Oleh karena itu, para eksportir harus ahli di bidang strategi pemasaran. Untuk mengembangkan ekspor, pemerintah dapat menerapkan kebijakankebijakan sebagai berikut. 1) Menambah macam barang ekspor Misalnya, semula mengekspor kelapa sawit, sekarang mengekspor kelapa sawit dan minyak kelapa sawit. Adapun penganekaragaman horisontal berarti menambah macam barang yang diekspor dengan barang yang tidak merupakan produk lanjutan dari barang lama. 2) Memberi fasilitas kepada produsen barang ekspor Agar ekspor meningkat, pemerintah perlu memberikan fasilitas kepada produsen barang ekspor. Misalnya, memperbanyak bahan produksi dengan harga murah. Jika harga bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi barang ekspor murah, harga barang ekspor tersebut di dalam negeri juga murah. 3) Mengendalikan harga produk ekspor di dalam negeri Pemerintah meningkatkan ekspor dengan mengusahakan harga di dalam negeri lebih murah. Cara yang ditempuh antara lain menekan laju inflasi dan menciptakan tingkat bunga pinjaman yang rendah. 4) Menciptakan iklim usaha yang kondusif Pemerintah mendorong peningkatan ekspor dengan memberikan kemudahan-kemudahan misalnya penyederhanaan tata cara atau prosedur ekspor dan penurunan bea ekspor. 5) Menjaga kestabilan kurs valuta asing Kestabilan kurs valuta asing mempermudah para pedagang internasional dalam meramal nilai rupiah dari hasil ekspornya. Dengan kepastian nilai rupiah ini, para eksportir menjadi lebih mudah dalam menentukan harga tawar menawar di pasar internasional. Keadaan ini menghilangkan keraguan eksportir untuk melakukan perdagangan internasional. 6) Pembuatan perjanjian dagang internasional Beberapa negara sering melakukan perjanjian dagang untuk memperoleh kepastian. Perjanjian tersebut mencakup kesediaan masing-masing negara untuk menjadi pembeli atau penjual suatu barang. Dengan perjanjian ini, masing-masing negara memperoleh keuntungan yaitu: penjual dapat mempunyai pasar yang pasti, dan pembeli dapat mempunyai penjual yang pasti. 7) Peningkatan promosi dagang di luar negeri Untuk mengenalkan produk dalam negeri di pasaran internasional, sering dilakukan promosi dagang. Pelaksanaan promosi dapat berupa kegiatan pameran dagang, festival olah raga, seni, maupun kegiatan lainnya yang dapat berfungsi promosi. Promosi dagang tersebut dilakukan oleh individu, lembaga swasta, maupun pemerintah. Selain itu, pemerintah maupun Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dapat membentuk lembaga yang menangani promosi dan pusat informasi dagang di luar negeri. Misalnya kantor-kantor pusat promosi dagang Indonesia atau Indonesian Trade Promotion Centre ( ITPC ) yang mengusahakan agar produk-produk Indonesia dikenal di luar negeri. 8) Penyuluhan kepada pelaku ekonomi Untuk meningkatkan ekspor, pemerintah memberikan penyuluhan kepada pengusaha kecil dan menengah tentang tata cara melakukan ekspor. Banyak produk masyarakat yang diminati pembeli mancanegara, namun karena banyak pengusaha kecil dan menengah tidak mengetahui bagaimana cara mengekspornya maka tidak diekspor produk tersebut. b. Impor Banyak orang atau lembaga yang membeli barang dari luar negeri untuk dijual lagi di dalam negeri. Kegiatan ini disebut dengan impor, dan orang atau lembaga yang melakukan impor disebut importir. Importir melakukan kegiatan impor karena menginginkan laba. Kegiatan impor dilakukan jika harga barang yang bersangkutan di luar negeri lebih murah. Harga yang lebih murah tersebut karena antara lain: 1) negara penghasil mempunyai sumber daya alam yang lebih banyak, 2. negara penghasil bisa memproduksi barang dengan biaya yang lebih murah, dan 3. negara penghasil bisa memproduksi barang dengan jumlah yang lebih banyak. Kegiatan impor mempunyai dampak positif dan negatif terhadap perekonomian dan masyarakat. Untuk melindungi produsen di dalam negeri, biasanya suatu negara membatasi jumlah (kuota) impor. Selain untuk melindungi produsen dalam negeri, pembatasan impor juga mempunyai dampak yang lebih luas terhadap perekonomian suatu negara. Dampak positif pembatasan impor tersebut secara umum sebagai berikut: 1) Menumbuhkan rasa cinta produksi dalam negeri. 2) Mengurangi keluarnya devisa ke luar negeri. 3) Mengurangi ketergantungan terhadap barang-barang impor. 4) Memperkuat posisi neraca pembayaran. Negara yang melakukan pembatasan impor juga menerima dampak yang tidak diinginkan. Dampak negatifnya sebagai berikut: 1) Jika terjadi aksi balas-membalas kegiatan pembatasan kuota impor, maka perdagangan internasional menjadi lesu. Dampak selanjutnya adalah, terganggunya pertumbuhan perekonomian negara-negara yang bersangkutan. 2) Karena produsen dalam negeri merasa tidak mempunyai pesaing, mereka cenderung kurang efisien dalam produksinya. Bahkan tidak hanya itu, produsen juga kurang tertantang untuk meningkatkan mutu produksinya. Kegiatan pembatasan kuota impor oleh suatu negara dapat mengakibatkan tindakan balasan bagi negara yang merasa dirugikan. 6. Dampak Perdagangan Internasional Perdagangan internasional mempunyai dampak pada negara-negara yang terlibat. Dampak tersebut ada yang positif dan ada yang negatif. Indonesia sebagai negara yang juga melakukan perdagangan internasional memperoleh dampak-dampak tersebut. a. Dampak Positif Perdagangan Internasional Negara pengekspor maupun pengimpor mendapatkan keuntungan dari adanya perdagangan internasional. Negara pengekspor memperoleh pasar dan negara pengimpor memperoleh kemudahan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan. Adanya perdagangan internasional juga membawa dampak yang cukup luas bagi perekonomian suatu negara. Dampak tersebut antara lain sebagai berikut: 1) Mempererat persahabatan antarbangsa Perdagangan antarnegara membuat tiap negara mempunyai rasa saling membutuhkan dan rasa perlunya persahabatan. Oleh karena itu, perdagangan internasional dapat mempererat persahabatan negara-negara yang bersangkutan. 2) Menambah kemakmuran negara Perdagangan internasional dapat menaikkan pendapatan negara masing-masing. Ini terjadi karena negara yang kelebihan suatu barang dapat menjualnya ke negara lain, dan negara yang kekurangan barang dapat membelinya dari negara yang kelebihan. Dengan meningkatnya pendapatan negara dapat menambah kemakmuran negara. 3) Menambah kesempatan kerja Dengan adanya perdagangan antarnegara, negara pengekspor dapat menambah jumlah produksi untuk konsumsi luar negeri. Naiknya tingkat produksi ini akan memperluas kesempatan kerja. Negara pengimpor juga mendapat manfaat, yaitu tidak perlu memproduksi barang yang dibutuhkan sehingga sumber daya yang dimiliki dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih menguntungkan. 4) Mendorong kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perdagangan internasional mendorong para produsen untuk meningkatkan mutu hasil produksinya. Oleh karena itu, persaingan perdagangan internasional mendorong negara pengekspor untuk meningkatkan ilmu dan teknologinya agar produknya mempunyai keunggulan dalam bersaing. 5) Sumber pemasukan kas negara Perdagangan internasional dapat meningkatkan sumber devisa negara. Bahkan, banyak negara yang mengandalkan sumber pendapatan dari pajak impor dan ekspor. 6) Menciptakan efisiensi dan spesialisasi Perdagangan internasional menciptakan spesialisasi produk. Negara-negara yang melakukan perdagangan internasional tidak perlu memproduksi semua barang yang dibutuhkan. Akan tetapi hanya memproduksi barang dan jasa yang diproduksi secara efisien dibandingkan dengan negara lain. 7) Memungkinkan konsumsi yang lebih luas bagi penduduk suatu negara Dengan perdagangan internasional, warga negaranya dapat menikmati barang-barang dengan kualitas tinggi yang tidak diproduksi di dalam negeri. b. Dampak Negatif Perdagangan Internasional Adanya perdagangan internasional mempunyai dampak negatif bagi negara yang melakukannya. Dampak negatifnya sebagai berikut. 1) Adanya ketergantungan suatu negara terhadap negara lain. 2) Adanya persaingan yang tidak sehat dalam perdagangan internasional. 3) Banyak industri kecil yang kurang mampu bersaing menjadi gulung tikar. 4) Adanya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju. 5) Terjadinya kekurangan tabungan masyarakat untuk investasi. Ini terjadi karena masyarakat menjadi konsumtif. 6) Timbulnya penjajahan ekonomi oleh negara yang lebih maju. 7) Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran. Suatu negara harus mencatat nilai aktivitas ekonominya yang dilakukan dengan negara lain. Catatan tersebut dinamakan neraca. Jika catatan tersebut hanya untuk bidang perdagangan, maka neracanya merupakan neraca perdagangan. Akan tetapi, kalau neracanya mencakup semua aliran keuangan maka neracanya merupakan neraca pembayaran. a. Neraca Perdagangan Neraca perdagangan merupakan catatan yang berisi nilai barang-barang yang diekspor maupun diimpor oleh suatu negara. Kegiatan ekspor suatu negara menimbulkan hak yang berupa penerimaan pembayaran atau piutang, sedangkan impor barang dari luar negeri menimbulkan kewajiban membayar ke luar negeri atau utang negeri. Neraca perdagangan dibuat agar suatu negara dapat mengetahui perkembangan perdagangan internasional yang dilakukan. Keadaan neraca perdagangan suatu negara ada tiga kemungkinan yaitu surplus, defisit, atau seimbang. Neraca perdagangan disebut surplus jika nilai ekspor lebih besar daripada nilai impor. Sebaliknya, neraca perdagangan disebut defisit jika nilai ekspor lebih kecil daripada nilai impor. Neraca perdagangan disebut seimbang jika nilai ekspor yang sama dengan nilai impor. b. Neraca Pembayaran Neraca pembayaran merupakan catatan yang berisi pembayaran dan penerimaan dari luar negeri. Neraca pembayaran tidak hanya mencatat hak dan kewajiban yang timbul karena adanya perdagangan, tetapi juga mencatat hak dan kewajiban keuangan dengan luar negeri yang tidak hanya karena perdagangan. Namun demikian, yang dicatat di dalam neraca pembayaran hanyalah transaksi ekonomi. Transaksi yang menimbulkan hak untuk menerima pembayaran dari penduduk negara lain disebut transaksi kredit, sedangkan transaksi yang menimbulkan kewajiban untuk membayar penduduk negara lain disebut transaksi debit. Untuk menentukan apakah seseorang sebagai penduduk (orang dalam negeri) ataukah sebagai orang luar negeri, perlu diperhatikan tempat tinggalnya. Seseorang dianggap penduduk suatu negara apabila bertempat tinggal di negara tersebut. Orang yang telah menetap dalam enam bulan atau lebih baik warga negara Indonesia atau warga negara asing, dianggap sebagai penduduk Indonesia. Namun, para wisatawan asing dan para diplomat tidak dapat dianggap sebagai penduduk Indonesia. Alasannya adalah, mereka hanya bertempat tinggal sementara. Transaksi yang dicatat di dalam neraca pembayaran dapat dibedakan menjadi transaksi sedang berjalan dan transaksi kapital. Yang dimaksud dengan transaksi sedang berjalan (current account) adalah transaksi yang meliputi barang-barang dan jasa. Adapun yang dimaksud dengan transaksi kapital (capital account) adalah transaksi yang menyangkut investasi modal dan emas. Transaksi satu arah (bukan transaksi timbal balik) antara lain pemberian hadiah (gift), bantuan (aid), dan pemberian yang lain dapat digolongkan ke dalam transaksi sedang berjalan (transaksi tersendiri). Pos-pos yang tertuang di dalam neraca pembayaran antara lain transaksi: 1) Barang. 2) Jasa-jasa. 3) Bunga modal dan dividen. 4) Hadiah. 5) Investasi jangka panjang. 6) Investasi jangka pendek. 7) Perpindahan emas moneter. Negara yang menyusun neraca pembayaran memperoleh manfaat yaitu dapat mengetahui: 1) Keadaan keuangan yang terkait dengan pembayaran luar negeri dengan mencermati neraca pembayaran, kita dapat mengetahui apakah sebaiknya suatu negara menambah impor atau sebaliknya justru harus menambah ekspor. 2) Sumbangan dari transaksi ekonomi internasional terhadap penerimaan negara yang bersangkutan. 3) Hal-hal yang berhubungan dengan perdagangan luar negeri. 4) Hubungan ekonomi suatu negara dengan negara-negara tertentu. Sumber: http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Perdagangan_Internasional_9.1_(BAB_8)

PULAU MISTERIUS DITEMUKAN DI PLANET MARS

Pulau Misterius Ditemukan Di Planet Mars - NASA sedang mencoba untuk menentukan asal-usul bentuk melingkar aneh di wilayah Athabasca Mars. Dengan ukuran diameter 1,2 mil, foto bentuk tanah yang aneh tersebut ditangkap oleh kamera dari Mars Reconnaissance Orbiter. Dengan tekstur yang tidak teratur dan bentuk melingkar yang memiliki tonjolan panjang dengan medan sekitarnya yang terlihat jauh lebih halus, ada kemungkinan fenomena ini dihasilkan oleh beberapa aliran lava terbaru di planet merah tersebut. Misteri Image Credit: NASA Para ahli telah berjuang untuk menentukan proses apa saja yang mungkin menimbulkan pembentukannya. Dan semua pihak yang ikut dalam misi ini masih bekerja keras untuk menemukan misteri yang tersimpan di permukaan Mars. "Mungkin lava telah menerobos dari bawah dan menekan ke permukaan", demikian perkiraan NASA yang dipublikasikan di situs resminya. "Sepertinya ada materi yang hilang dari gundukan itu, sehingga tidak tertutup kemungkinan bahwa ada sejumlah besar es di gundukan yang keluar akibat panas dari lava". Sumber: http://avanoustic.blogspot.com/2014/12/pulau-misterius-ditemukan-di-planet-mars.html

MAKHLUK LAUT RAKSASA TERTANGKAP GOOGLE EARTH

Makhluk Laut Raksasa Tertangkap Google Earth - Makhluk laut raksasa yang misterius diperkirakan telah terlihat di perairan pirus dari salah satu teluk yang paling indah di Selandia Baru. Sebuah jalur ombak yang besar dari hasil gambar penginderaan satelit Google Earth di wilayah Oke Bay dapat Anda lihat dengan sangat jelas. Pita Witehira, seorang insinyur dari Hamilton, Selandia Baru, yang melihat sosok tersebut di Google Earth saat sedang meneliti sebuah rumah untuk liburannya, mengatakan kepada Daily Mail Australia bahwa, jalur ombak misterius itu bisa saja ditinggalkan oleh makhluk yang mungkin berukuran sekitar 12 meter. "Suku asli Maori menyebutnya 'Taniwha' dan bukan ikan paus ataupun itu terlalu besar untuk hiu. Sosok ini bergerak terlalu cepat dan memutar terlalu tajam jika ini adalah ikan paus", ungkap Witehira. Cryptozoology Witehira juga mengesampingkan bahwa perahu adalah penyebab jalur ombak misterius tersebut. Menurutnya, tidak ada buih putih seperti jalur ombak biasa yang diciptakan oleh motor. "Saya melihat itu sekitar seminggu yang lalu. Kami memiliki beberapa properti di dekat Oke Bay dan saya akan membangun vila pantai di sana. Saya kemudian memperbesar gambar dan menemukan ombak aneh seperti bekas perlintasan dari makhluk laut raksasa", jelasnya. "Ini terlalu lebar untuk hiu. Ini pasti memiliki badan yang berat di bawah air hingga membuatnya seperti ditarik". Oke Bay adalah suatu daerah di pantai timur Far North, North Island. Daerah ini memiliki pantai pasir putih yang sangat indah dan merupakan daerah perairan dangkal (sekitar 40 meter dengan penurunan kedalaman yang langsung menuju dalam teluk). "Ada banyak semak belukar di bagian yang lebih dalam dari Teluk." Penampakan yang tidak biasa juga pernah muncul pada foto kepiting raksasa yang diperkirakan memiliki lebar sekitar 50 kaki, yang terlihat sedang bersembunyi di perairan dangkal di Inggris. Gambar yang luar biasa tersebut tersebar secara online pada bulan Oktober lalu itu telah membuat pengunjung berbondong-bondong pergi mengunjungi kota tepi laut Whistable, Kent, dengan harapan menangkap kepiting terbesar Inggris. Sementara beberapa orang bersikeras itu adalah sebuah bukti dari "Crabzilla", sedangkan yang lain berpendapat bahwa sosok bayangan yang terlihat berada di bawah jalan dermaga tersebut tidak lebih dari sebuah tipuan lucu. Sumber: http://avanoustic.blogspot.com/2014/12/makhluk-laut-raksasa-tertangkap-google-earth.html

Khasiat Buah dan Daun Kersen untuk Kesehatan

SAUNG99 - Kersen merupakan tanaman yang mudah tumbuh di daerah tropis. Tumbuhan ini juga mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Buah mirip ceri ini seringkita temui di pinggir jalan dan jarang di budidayakan dengan serius. Tapi siapa sangka, jika di balik buahnya yang kecil, terdapat khasiat yang besar. Jika buah ini hanya familiar sewaktu Anda kecil, maka sebaiknya Anda mulai menanam di halaman rumah Anda, karena khasiat buah dan daunnya sangat besar. Bagi Anda yang mempunyai asam urat, tidak usah jauh-jauh pergi ke dokter, cukup dengan mengonsumsi buah kecil ini sebanyak 9 butir sekali makan, dan dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari, maka asam urat Anda bisa hilang. Kersen mempunyai kandungan gizi yang cukup baik, bahkan tidak kalah dengan buah mangga. Untuk satu butir buah kersen, mengandung Vitamin C sebanyak 85 miligram, dan kandungan kalsium dalam buah ini juga cukup tinggi yaoti sekitar 124,6 miligram. Sedangkan mendapatkan manfaat dari daunnya, Anda cukup merebusnya, di mana sepertiga bagian dari air rebusan, diminum sebanyak tiga kali dalam satu hari. Air rebusan ini berkhasiat untuk anti radang dan menurunkan panas, serta sebagai antiseptik yang dapat membunuh mikroba yang berbahaya. Tidak ada salahnya bagi Anda mulai memperhatikan tanaman buah yang satu ini. Karena kesehatan merupakan harta yang harus dijaga. Namun ingat, ambillah buah kersen yang matang di pohonnya, karena buah yang matang di pohon mempunyai kandungan nutrisi yang maksimal. http://saung99.blogspot.com/2014/10/khasiat-buah-dan-daun-kersen-untuk.html

Ditemukan Ikan yang Hidup di Laut Terdalam di Dunia

Ditemukan Ikan yang Hidup di Laut Terdalam di Dunia Ikan snailfish yang hidup di palung Mariana. SAUNG99 - Saat kita berenang di laut yang cukup dalam saat diving, mungkin tubuh kita harus menyesuaikan dengan tekanan yang ada. Jika tidak, kita akan meninggal karena tekanan yang kuat. Demikian juga ikan, mempunyai tahapan kedalaman, di mana mereka bisa hidup. Pada catatan rekor sebelumnya, ikan Snailfish berhasil mencatatkan rekor sebagai ikan yang mampu hidup di kedalaman 500 meter di bawah permukaan laut. Namun rekor baru tercatat oleh ikan snailfish di palung Mariana, yang merupakan laut paling dalam yang pernah tercatat. Ikan snailfish atau ikan siput ini, ternyata mampuu hidup di kedalaman lebih dari 8.000 meter, tepatnya 8.145 meter di bawah permukaan laut. Ikan ini ditemukan dalam rangkaian ekspedisi, untuk melihat kehidupan di laut dengan kedalaman ekstrem. Dalam sebuah video, ikan ini memiliki mata yang sangat kecil, dengan kepala yang cukup besar. Ukurannya dperkirakan sebesar lengan manusia. "Ini adalah ikan laut dalam yang belum pernah kita lihat sebelumnya, tidak seperti yang kami bayangkan dan ketahui. Ini benar-benar sangat rapuh, sayap besarnya berfungsi seperti sirip, dan kepanya seperti tidak seimbang," ucap Dr Alan Jamieson dari Universitas Aberdeen. Penelitian ini menggunakan kapal selam khusus, yang tahan akan tekanan yang cukup tinggi, dan juga dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi, yang diberi nama Hadal Lander yang diciptakan di Aberdeen. (Mail Online) Sumber: http://saung99.blogspot.com/2014/12/ditemukan-ikan-yang-hidup-di-laut.html