Sabtu, 20 Desember 2014
MAKHLUK LAUT RAKSASA TERTANGKAP GOOGLE EARTH
Makhluk Laut Raksasa Tertangkap Google Earth - Makhluk laut raksasa yang misterius diperkirakan telah terlihat di perairan pirus dari salah satu teluk yang paling indah di Selandia Baru. Sebuah jalur ombak yang besar dari hasil gambar penginderaan satelit Google Earth di wilayah Oke Bay dapat Anda lihat dengan sangat jelas.
Pita Witehira, seorang insinyur dari Hamilton, Selandia Baru, yang melihat sosok tersebut di Google Earth saat sedang meneliti sebuah rumah untuk liburannya, mengatakan kepada Daily Mail Australia bahwa, jalur ombak misterius itu bisa saja ditinggalkan oleh makhluk yang mungkin berukuran sekitar 12 meter.
"Suku asli Maori menyebutnya 'Taniwha' dan bukan ikan paus ataupun itu terlalu besar untuk hiu. Sosok ini bergerak terlalu cepat dan memutar terlalu tajam jika ini adalah ikan paus", ungkap Witehira.
Cryptozoology
Witehira juga mengesampingkan bahwa perahu adalah penyebab jalur ombak misterius tersebut. Menurutnya, tidak ada buih putih seperti jalur ombak biasa yang diciptakan oleh motor.
"Saya melihat itu sekitar seminggu yang lalu. Kami memiliki beberapa properti di dekat Oke Bay dan saya akan membangun vila pantai di sana. Saya kemudian memperbesar gambar dan menemukan ombak aneh seperti bekas perlintasan dari makhluk laut raksasa", jelasnya.
"Ini terlalu lebar untuk hiu. Ini pasti memiliki badan yang berat di bawah air hingga membuatnya seperti ditarik".
Oke Bay adalah suatu daerah di pantai timur Far North, North Island. Daerah ini memiliki pantai pasir putih yang sangat indah dan merupakan daerah perairan dangkal (sekitar 40 meter dengan penurunan kedalaman yang langsung menuju dalam teluk).
"Ada banyak semak belukar di bagian yang lebih dalam dari Teluk."
Penampakan yang tidak biasa juga pernah muncul pada foto kepiting raksasa yang diperkirakan memiliki lebar sekitar 50 kaki, yang terlihat sedang bersembunyi di perairan dangkal di Inggris. Gambar yang luar biasa tersebut tersebar secara online pada bulan Oktober lalu itu telah membuat pengunjung berbondong-bondong pergi mengunjungi kota tepi laut Whistable, Kent, dengan harapan menangkap kepiting terbesar Inggris.
Sementara beberapa orang bersikeras itu adalah sebuah bukti dari "Crabzilla", sedangkan yang lain berpendapat bahwa sosok bayangan yang terlihat berada di bawah jalan dermaga tersebut tidak lebih dari sebuah tipuan lucu.
Sumber: http://avanoustic.blogspot.com/2014/12/makhluk-laut-raksasa-tertangkap-google-earth.html
Khasiat Buah dan Daun Kersen untuk Kesehatan
SAUNG99 - Kersen merupakan tanaman yang mudah tumbuh di daerah tropis. Tumbuhan ini juga mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Buah mirip ceri ini seringkita temui di pinggir jalan dan jarang di budidayakan dengan serius.
Tapi siapa sangka, jika di balik buahnya yang kecil, terdapat khasiat yang besar. Jika buah ini hanya familiar sewaktu Anda kecil, maka sebaiknya Anda mulai menanam di halaman rumah Anda, karena khasiat buah dan daunnya sangat besar.
Bagi Anda yang mempunyai asam urat, tidak usah jauh-jauh pergi ke dokter, cukup dengan mengonsumsi buah kecil ini sebanyak 9 butir sekali makan, dan dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari, maka asam urat Anda bisa hilang.
Kersen mempunyai kandungan gizi yang cukup baik, bahkan tidak kalah dengan buah mangga. Untuk satu butir buah kersen, mengandung Vitamin C sebanyak 85 miligram, dan kandungan kalsium dalam buah ini juga cukup tinggi yaoti sekitar 124,6 miligram.
Sedangkan mendapatkan manfaat dari daunnya, Anda cukup merebusnya, di mana sepertiga bagian dari air rebusan, diminum sebanyak tiga kali dalam satu hari. Air rebusan ini berkhasiat untuk anti radang dan menurunkan panas, serta sebagai antiseptik yang dapat membunuh mikroba yang berbahaya.
Tidak ada salahnya bagi Anda mulai memperhatikan tanaman buah yang satu ini. Karena kesehatan merupakan harta yang harus dijaga. Namun ingat, ambillah buah kersen yang matang di pohonnya, karena buah yang matang di pohon mempunyai kandungan nutrisi yang maksimal.
http://saung99.blogspot.com/2014/10/khasiat-buah-dan-daun-kersen-untuk.html
Ditemukan Ikan yang Hidup di Laut Terdalam di Dunia
Ditemukan Ikan yang Hidup di Laut Terdalam di Dunia
Ikan snailfish yang hidup di palung Mariana.
SAUNG99 - Saat kita berenang di laut yang cukup dalam saat diving, mungkin tubuh kita harus menyesuaikan dengan tekanan yang ada. Jika tidak, kita akan meninggal karena tekanan yang kuat. Demikian juga ikan, mempunyai tahapan kedalaman, di mana mereka bisa hidup.
Pada catatan rekor sebelumnya, ikan Snailfish berhasil mencatatkan rekor sebagai ikan yang mampu hidup di kedalaman 500 meter di bawah permukaan laut. Namun rekor baru tercatat oleh ikan snailfish di palung Mariana, yang merupakan laut paling dalam yang pernah tercatat.
Ikan snailfish atau ikan siput ini, ternyata mampuu hidup di kedalaman lebih dari 8.000 meter, tepatnya 8.145 meter di bawah permukaan laut. Ikan ini ditemukan dalam rangkaian ekspedisi, untuk melihat kehidupan di laut dengan kedalaman ekstrem.
Dalam sebuah video, ikan ini memiliki mata yang sangat kecil, dengan kepala yang cukup besar. Ukurannya dperkirakan sebesar lengan manusia.
"Ini adalah ikan laut dalam yang belum pernah kita lihat sebelumnya, tidak seperti yang kami bayangkan dan ketahui. Ini benar-benar sangat rapuh, sayap besarnya berfungsi seperti sirip, dan kepanya seperti tidak seimbang," ucap Dr Alan Jamieson dari Universitas Aberdeen.
Penelitian ini menggunakan kapal selam khusus, yang tahan akan tekanan yang cukup tinggi, dan juga dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi, yang diberi nama Hadal Lander yang diciptakan di Aberdeen. (Mail Online)
Sumber:
http://saung99.blogspot.com/2014/12/ditemukan-ikan-yang-hidup-di-laut.html
Sabtu, 29 November 2014
Cara Membuat RPP K-13 dengan Mudah
Cara ini
mungkin bisa membantu Bapak/Ibu Guru dalam membuat RPP berdasarkan referensi
buku pegangan guru. Mungkin dalam tutorial yang akan diberikan ini banyak
kesalahan ataupun kekurangan mohon dimaklum, mohon dikoreksi dengan
mendiskusikannya di kotak komentar. Baiklah silahkan lihat tahapan dalam
pembuatan RPP kurikulum 2013 dengan mudah di bawah ini :
Pertama kita susun terlebih dahulu point-point yang ada di RPP kurikulum 2013, berikut ini adalah poinnya :
Judul
A. Kompetensi Inti
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar
Indikator
C. Tujuan Pembelajaran
D. Materi Pembelajaran
E. Metode dan pendekatan pembelajaran
F. Media dan alat Pembelajaran
G. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Kegiatan Inti
Kegiatan Penutup
Pengamatan sikap
Penilaian Pengetahuan
Penilaian Keterampilan
Penilaian : Unjuk bekerja
Untuk selanjutnya sekarang kita hanya tinggal memasukkan konten-konten yang bersangkutan dengan susunan point di atas dari buku pegangan guru kurikulum 2013, lihat di bawah ini :
A. Kompetensi Inti
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar
Indikator
Pertama kita susun terlebih dahulu point-point yang ada di RPP kurikulum 2013, berikut ini adalah poinnya :
Judul
A. Kompetensi Inti
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar
Indikator
C. Tujuan Pembelajaran
D. Materi Pembelajaran
E. Metode dan pendekatan pembelajaran
F. Media dan alat Pembelajaran
G. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Kegiatan Inti
Kegiatan Penutup
Pengamatan sikap
Penilaian Pengetahuan
Penilaian Keterampilan
Penilaian : Unjuk bekerja
Untuk selanjutnya sekarang kita hanya tinggal memasukkan konten-konten yang bersangkutan dengan susunan point di atas dari buku pegangan guru kurikulum 2013, lihat di bawah ini :
A. Kompetensi Inti
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar
Indikator
|
kompetensi
dasar "Kuning" dan Indikator "Hijau"
|
Keterangan
: silahkan masukkan komponen kompetensi dan indikator sesuai point pada RPP
C. Tujuan Pembelajaran
|
Salin
yang terdapat pada kotak merah untuk Tujuan Pembelajaran di RPP kurikulum
2013
|
D. Materi Pembelajaran
|
Pada
kota merah tersebut merupakan untuk Materi Pembelajarannya, silahkan disalin
|
E. Metode dan pendekatan pembelajaran
|
Metode pendekatan pembelajaran
|
Untuk isi dari metode dan pendekatan pembelajaran bisa lihat contoh gambar di atas atau di bawah ini :
Metode
: (Ceramah, diskusi, dan Tanya jawab)
Pendekatan : Saintifik (mengamati, mengumpulkan informasi, eksperimen, mengasosiasi / menalar dan mengkomunikasikan)
Pendekatan : Saintifik (mengamati, mengumpulkan informasi, eksperimen, mengasosiasi / menalar dan mengkomunikasikan)
F. Media dan alat Pembelajaran
|
Media
pembelajaran kurikulum 2013
|
G. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Kegiatan Inti
Kegiatan Penutup
|
Langkah-langkah
pembelajaran kurikulum 2013
|
Keterangan : Silahkan oleh Bapak/Ibu Guru sesuaikan penempatannya berdasarkan Kegiatan awal, Inti dan Penutup.
Pengamatan sikap dan
Penilaian Pengetahuan
Penilaian Keterampilan
Penilaian : Unjuk bekerja
Tips Penting :
Supaya lebih mudah dalam pengerjaan RPP kurikulum 2013 tersebut, Bapak/Ibu Guru bisa langsung Copy Paste dari buku pegangan guru kurikulum 2013 dalam bentuk PDF. Silahkan download buku Pegangan gurunya di sini.
Untuk mendapatkan hasil yang bagus dalam proses copy paste teks dari pdf maka silahkan download aplikasi untuk membuka file PDF tersebut di sini (rekomendasi terbaik selain AdobeReader dan Foxit Reader) dan lihat Cara Copy Paste Teks Dari Pdf Ke Word Dengan Hasil Yang Bagus.
Mungkin Tips Cara Membuat RPP Kurikulum 2013 dengan mudah tersebut bisa membantu para guru, saya yakin banyak kekurangan dalam penyusunan point yang terdapat dalam RPP kurikulum 2013, maka dari itu diskusionline.com mohon koreksinya, silahkan kirim saran dan kritik melalui kotak komentar.
Senin, 04 November 2013
Pentingnya Kepemimpinan Pembelajaran
Kepemimpinan pembelajaran
mampu memfokuskan kegiatan-kegiatan warganya untuk menuju pencapaian visi,
misi, dan tujuan sekolah. Kepemimpinan pembelajaran penting diterapkan di
sekolah karena kemampuannya dalam membangun komunitas belajar warganya dan
bahkan mampu menjadikan sekolahnya sebagai sekolah belajar (learning school).
Sekolah belajar (learning school) memiliki
perilaku-perilaku sebagai berikut:
·
memberdayakan
warga sekolah seoptimal mungkin, memfasilitasi warga sekolah untuk belajar
terus dan belajar ulang,
·
mendorong
kemandirian setiap warga sekolahnya, memberi kewenangan dan tanggungjawab
kepada warga sekolahnya, mendorong warga sekolah untuk akuntabilitas terhadap
proses dan hasil kerjanya,
·
mendorong
teamwork yang (kompak, cerdas,
dinamis, harmonis, dan lincah/cepat tanggap terhadap pelanggan utama yaitu
siswa),
·
mengajak
warga sekolahnya untuk menjadikan sekolahnya berfokus pada layanan siswa,
·
mengajak
warga sekolahnya untuk siap dan akrab menghadapi perubahan,
·
mengajak
warga sekolahnya untuk berpikir sistem,
·
mengajak
warga sekolahnya untuk komitmen terhadap keunggulan mutu, dan mengajak warga
sekolahnya untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus.
Kepala sekolah mempunyai
sejumlah peran yang harus dimainkan secara bersama, antara lain mencakup educator, manager, administrator,
supervisor, leader., enterpreneur, dan motivator (EMASLEM). Peran kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) dan spesifiknya
sebagai instructional leader, kurang
memperoleh porsi yang selayaknya. Kepala sekolah disibukkan dengan
pekerjaan-pekerjaan rutin yang bersifat administratif, pertemuan-pertemuan, dan
kegiatan-kegiatan lain yang bersifat non-akademis sehingga waktu untuk
mempelajari pembaruan/inovasi kurikulum, proses belajar mengajar, dan penilaian
hasil belajar siswa kurang mendapatkan perhatian.
Padahal, ketiga hal yang terakhir sangat erat kaitannya dengan peningkatan mutu
proses belajar mengajar, yang pada gilirannya, mutu proses belajar mengajar
sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas siswa dan kualitas sekolah
secara keseluruhan. Sumber: Materi Pelatihan Penguatan Kemampuan Kepala Sekolah, PPTK - BPSDMP - PMP, Kemdiknas, 2011.
Kepemimpinan Pembelajaran
Model kepemimpinan yang paling cocok untuk
diterapkan di sekolah adalah kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership or leadership for improved learning).
Tentang penerapan kepemimpinan pembelajaran di sekolah, banyak penelitian yang
menyimpulkan bahwa kepala sekolah yang memfokuskan kepemimpinan pembelajaran
menghasilkan prestasi belajar siswa yang lebih baik dari pada kepala sekolah
yang kurang memfokuskan pada kepemimpinan pembelajaran.
Hasil penelitian Stronge (1988 menunjukkan bahwa dari seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah, hanya 10 persen yang dialokasikan untuk kepemimpinan pembelajaran. Sampai sekarangpun banyak kepala sekolah yang masih menyeimbangkan perannya sebagai manager, administrator, supervisor, dan instructional leader (kepemimpinan pembelajaran). Adapun alasan yang dikemukakan antara lain kurangnya pelatihan tentang kepemimpinan pembelajaran, kurangnya waktu untuk melaksanakan kepemimpinan pembelajaran, banyaknya kegiatan administratif yang harus dilaksanakan, dan adanya harapan dari masyarakat bahwa peran kepala sekolah utamanya adalah seorang manager (Flath, 1089; Fullan, 1991).
Hasil penelitian Stronge (1988 menunjukkan bahwa dari seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah, hanya 10 persen yang dialokasikan untuk kepemimpinan pembelajaran. Sampai sekarangpun banyak kepala sekolah yang masih menyeimbangkan perannya sebagai manager, administrator, supervisor, dan instructional leader (kepemimpinan pembelajaran). Adapun alasan yang dikemukakan antara lain kurangnya pelatihan tentang kepemimpinan pembelajaran, kurangnya waktu untuk melaksanakan kepemimpinan pembelajaran, banyaknya kegiatan administratif yang harus dilaksanakan, dan adanya harapan dari masyarakat bahwa peran kepala sekolah utamanya adalah seorang manager (Flath, 1089; Fullan, 1991).
Kepemimpinan pembelajaran sangat cocok diterapkan
di sekolah karena misi utama sekolah adalah mendidik semua siswa dan memberikan
kesempatan kepada mereka untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan
nilai-nilai yang diperlukan untuk menjadi orang dewasa yang sukses dalam
menghadapi masa depan yang belum diketahui dan yang sarat dengan
tantangan-tantangan yang sangat turbulen. Misi inilah yang kemudian menuntut
sekolah sebagai organisasi harus memfokuskan pada pembelajaran (learning-focused schools), yang
meliputi kurikulum, proses belajar mengajar, dan penilaian hasil belajar (assesment). Oleh karena itu, materi
pelatihan ini akan membahas secara spesifik tentang kepemimpinan pembelajaran
yang meliputi antara lain: arti, tujuan, dan pentingnya kepemimpinan
pembelajaran, kompetensi kepemimpinan pembelajaran efektif, dan strategi
pelaksanaan kepemimpinan pembelajaran.
Penelitian oleh Weber (1971) menyimpulkan bahwa
tingkat pencapaian yang tinggi berkaitan dengan kepemimpinan yang kuat yang
keputusannya difokuskan kepada proses pembelajaran, menentukan harapan yang
tinggi kepada siswa dan staf, memiliki iklim aman, dan memantau kemajuan
belajar siswanya.
Edmonds (1979) mengidentifikasi lima atribut
sekolah efektif yang menghasilkan capaian tinggi siswanya yaitu; kepemimpinan
yang kuat, harapan tinggi yang ditanamkan kepada siswanya, iklim sekolah yang
kondusif, tujuan yang jelas yang dipahami oleh siswa, dan pemantauan kemajuan
belajar siswa. Hedly Beare dkk., (1991) dalam bukunya yang berjudul, Creating
an Excellent School menyebut tahun-tahun tersebut sebagai pergeseran dari “school
effect” ke “effective school”.
Pentingnya kepemimpinan pembelajaran yang kuat agar
sekolah menjadi efektif, diulas oleh Hallinger dan Heck (1993). Mereka mereview
mengenai beberapa penelitian empirik peran kepemimpinan pembelajaran dalam
menghasilkan capaian lulusan yang baik, menyimpulkan bahwa meskipun
kepemimpinan pembelajaran tidak secara langsung berkaitan dengan kegiatan
pembelajaran, namun pengaruhnya kepada pencapaian hasil dapat terjadi secara
tidak langsung. Kepemimpinan pembelajaran mencakup perilaku-perilaku kepala
sekolah dalam merumuskan dan mengkomunikasikan tujuan sekolah, memantau,
mendampingi, dan memberikan umpan balik dalam pembelajaran, membangun iklim akademik,
dan memfasilitasi terjadinya komunikasi antar staf.
Pengaruh kepemimpinan pembelajaran (instructional
leadership) terhadap peningkatan hasil belajar siswa sudah tidak diragukan
lagi. Sejumlah ahli pendidikan telah melakukan penelitian tentang pengaruh
kepemimpinan pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar. Mereka
menyimpulkan bahwa:
If our schools are to improve, we
must redefine the principal’s role and move instructional leadership to the
forefront (Buffie,
1989).
If a school is to be an effective one, it will be
because of the instructional leadership of the principal …. (Findley,1992).
Effective
principals are expected to be effective instructional leaders ...... the
principal must be knowledgable about curriculum development, teachers and
instructional effectiveness, clinical supervision, staff development, and
teacher evaluation (Hanny,
1987).
Dari kutipan-kutipan
tersebut diatas dapat disarikan bahwa peningkatan hasil belajar siswa sangat
dipengaruhi oleh kepemimpinan pembelajaran.
Artinya, jika hasil belajar siswa ingin dinaikkan, maka kepemimpinan yang
menekankan pada pembelajaran harus diterapkan. Untuk lebih jelasnya, berikut
dibahas tentang arti, tujuan, pentingnya kepemimpinan pembelajaran, butir-butir
penting kepemimpinan pembelajaran, dan kontribusi kepemimpinan pembelajaran
terhadap hasil belajar.
Sumber: Materi Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah, PPTK - BPSDMP-PMP Kemdiknas, 2011.
Senin, 16 September 2013
Membuat Proposal PTK
Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran di kelas
apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik
di sini berarti pihak yang terlibat (guru) mencoba dengan sadar mengembangkan
kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan
pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan
masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya
untuk mengukur tingkat keberhasilannya sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian
tindakan.
Banyak sekali masalah yang
ditemukan dalam proses pembelajaran di sekolah. Tentu para guru diminta untuk
mencari solusi dari masalah-masalah itu. Untuk mencari solusi dari masalah itu
diperlukan sebuah penelitian. Dari sinilah dimulai sebuah penelitian yang
dimulai dari melihat, membaca, menulis, meneliti dan melaporkannya dalam bentuk
laporan PTK.
Karena itu guru dituntut untuk
mampu membuat proposal PTK-nya sendiri guna memecahkan masalah yang ada dalam
proses pembelajarannya. Dalam membuat proposal PTK biasanya para guru mengacu
kepada format PTK dari Depdiknas yang terdiri dari :
A. JUDUL PENELITIAN
Setelah kita membahas bagaimana
cara menemukan masalah, langkah selanjutnya adalah membuat Judul Penelitian.
Dalam membuat judul penelitian, beberapa hal yang harus diketahui adalah judul
itu harus:
Komunikatif, mudah dipahami
maksudnya oleh pembaca
Memuat variabel penelitian
Menjawab apa yang ingin
ditingkatkan
Dengan cara apa/upaya apa untuk
meningkatkannya.
Sasaran dan Lokasi tercermin
dalam judul;
Banyak kata sekitar 15-20 kata
Judul penelitian hendaknya
singkat dan spesifik tetapi cukup jelas mewakili gambaran tentang masalah yang
akan diteliti dan tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan atau sebagai solusi
terhadap masalah yang dihadapi. Alasan pemilihan judul juga harus:
Menarik minat
Layak diteliti
Bermanfaat bagi masyarakat, dll.
Contoh judul penelitian Tindakan
kelas antara lain :
Inovasi Pembelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam Sekitar (IPAS) Pokok Bahasan Kimia Lingkungan Melalui
Pembuatan Film tentang Pencemaran Lingkungan Sekitar Untuk Meningkatkan
Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak 1 SMK Negeri ….. Tahun
Pelajaran …./…..
Pembelajaran Berbasis Project
Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas
XII IPS SMA ……. Tahun Pelajaran …./…..
Penggunaan Pendekatan Kontekstual
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas III IPS SMA Negeri …… Pada
Semester I Tahun Pelajaran …./….
Penggunaan “Dakon Elektron” Dalam
meningkatkan Keefektifan Proses Pembelajaran IPA Kelas I Kecantikan Kulit Pada
Semester Genap Tahun Pelajaran …./….. SMK Negeri ……
B. BIDANG ILMU
Tuliskan bidang ilmu (Jurusan)
dari Ketua Peneliti dan kajian masalah yang diteliti. Bidang penelitian yang
diteliti sebaiknya relevan dengan disiplin ilmu guru, misalnya guru matematika
tidak membahas pembelajaran yang ada di pelajaran Biologi. Begitupun
sebaliknya. Terkecuali penelitian yang ditekuninya masih ada hubungannya dengan
disiplin ilmu yang dimiliki. Contohnya pembuatan media pembelajaran.
C. PENDAHULUAN
Penelitian dilakukan untuk
memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran. Dalam pendahuluan harus
dikemukakan:
1. Latar belakang masalah secara
jelas dan sistematis, yang meliputi:
a. Uraian tentang kedudukan mata
pelajaran dalam kurikulum (semester, mata pelajaran yang ditunjang dan mata
pelajaran penunjang);
b. Gambaran umum isi mata
pelajaran tsb termasuk pembagian waktunya (lampirkan Analisis Instruksional,
RPP, Silabus dari mata pelajaran yang bersangkutan);
c. Metode pembelajaran yang
digunakan saat ini.
2. Masalah yang dihadapi guru
ditinjau dari hasil belajar yang dicapai siswa selama
proses pembelajaran.
Kriteria masalah yang dapat
dibuat PTK adalah :
Masalah di sekolah/di kelas
Layak diteliti dan terjangkau PTK
Perlu ada: identifikasi masalah;
analisis masalah.
Rumusan masalah: singkat; jelas;
operasional.
Bukan permasalahan individual
siswa, tetapi masalah kelas;
D. PERUMUSAN MASALAH
Rumuskan masalah penelitian dalam
bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. Dalam perumusan masalah dapat
dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian.
Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan
alternatif tindakan yang akan diambil dan hasil positif yang diantisipasi.
Kemukakan secara jelas bahwa
masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di kelas,
penting dan mendesak untuk dipecahkan. Setelah didiagnosis (diidentifikasi)
masalah penelitiannya, selanjutnya perlu diidentifikasi dan dideskripsikan akar
penyebab dari masalah tersebut.
Pada perumusan masalah perlu
diperhatikan :
Substansi:
Perlu mempertimbangkan bobot dan
manfaat tindakan yang dipilih untuk meningkatkan dan/atau memperbaiki
pembelajaran
Orisinalitas (tindakan):
Perlu mempertimbangkan belum
pernah tidaknya tindakan dilakukan guru sebelumnya
Formulasi: dirumuskan dalam
kalimat tanya, tidak bermakna ganda, lugas menyatakan secara eksplisit dan
spesifik apa yang dipermasalahkannya, dan tindakan yang diharapkan dapat
mengatasi masalah tersebut
Teknis:
Mempertimbangkan kemampuan
peneliti untuk melaksanakan penelitian, seperti kemampuan metodologi
penelitian, penguasan materi ajar, teori, strategi dan metodologi pembelajaran,
kemampuan menyediakan fasilitas (dana, waktu, dan tenaga).
Contoh perumusan masalah :
Apakah pembelajaran berbasis
project dapat meningkatkan prestasi belajar geografi khusus kompetensi dasar
keterampilan dasar peta dan pemetaan pada siswa kelas XII IPS SMA …… tahun
…../…… ?
Apakah pembelajaran berbasis
project dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran pada
kompetensi dasar keterampilan dasar peta dan pemetaan kelas XII IPS SMA …….
tahun …../….?
Apakah pembelajaran berbasis
masalah dapat meningkatkan kualitas proses belajar matematika siswa SMPN 5 …..?
Apakah pembelajaran berbasis
masalah dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa SMPN 5 …..?
E. CARA PEMECAHAN MASALAH
Uraikan pendekatan dan konsep
yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, sesuai dengan kaidah
penelitian tindakan kelas (yang meliputi: perencanaan-tindakan-observasi/
evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklus). Cara pemecahan
masalah telah menunjukkan akar penyebab permasalahan dan bentuk tindakan
(action) yang ditunjang dengan data yang lengkap dan baik.
F. TINJAUAN PUSTAKA
Uraikan dengan jelas kajian teori
dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari penelitian yang akan dilakukan.
Kemukakan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang dipahami sebagai acuan,
yang dijadikan landasan untuk menunjukkan ketepatan tentang tindakan yang akan
dilakukan dalam mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Uraian ini
digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan
dalam penelitian. Pada bagian akhir dikemukakan hipotesis tindakan yang
menggambarkan tingkat keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi.
G. TUJUAN PENELITIAN
Kemukakan secara singkat tujuan penelitian
yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan.
Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas, sehingga tampak keberhasilannya.
H. KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN
Uraikan kontribusi hasil
penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran, sehingga tampak
manfaatnya bagi siswa, guru, maupun komponen pendidikan lainnya. Kemukakan
inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini.
I. METODE PENELITIAN
Uraikan secara jelas prosedur
penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan obyek, latar waktu dan lokasi
penelitian secara jelas. Prosedur hendaknya dirinci dari
perencanaan-tindakan-observasi/evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau
siklis. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan tingkat
keberhasilan yang dicapai dalam satu siklus sebelum pindah ke siklus lainnya.
Jumlah siklus disyaratkan lebih dari dua siklus.
J. JADWAL PENELITIAN
Buatlah jadwal kegiatan
penelitian yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan
hasil penelitian dalam bentuk bar chart. Contohnya, jadwal kegiatan penelitian
disusun selama 10 bulan.
K. PERSONALIA PENELITIAN
Jumlah personalia penelitian
maksimal 3 orang. Uraikan peran dan jumlah waktu yang digunakan dalam setiap
bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan. Rincilah nama peneliti, golongan,
pangkat, jabatan, dan lembaga tempat tugas, sama seperti pada Lembar
Pengesahan.
Lampiran-lampiran
Daftar Pustaka, yang dituliskan
secara konsisten menurut model APA, MLA atau Turabian.
Riwayat Hidup Ketua Peneliti dan
Anggota Peneliti (Bila penelitian berkolaborasi)
Cantumkan pengalaman penelitian
yang relevan telah dihasilkan sampai saat ini
Untuk bisa lebih jelasnya dalam
membuat Proposal yang baik, dapat membaca buku mengenal PTK karangan penulis di
bawah ini. Semoga bermanfaat!
Langganan:
Postingan (Atom)