- Silalahi, mantan Menpan, ”Sepuluh Pedoman Pengabdian Aparatur”: (1) Mengenal, mengerti, menghayati, dan melaksanakan tugas dengan baik dan bertanggungjawab; (2) Tabah, rajin, dan menyelesaikan pekerjaan secepatnya; (3) Patriot, berusaha dan bertindak mencapai hasil lebih baik; (4) Terpuji, berbuat yang bermanfaat untuk organisasi dan masyarakat; (5) Mawas diri, Belajar dan berlatih terus menerus; (6) Beriman, bertaqwa, beriptek, berdoa, berusaha, dan bersyukur; (7) Kesatria, jujur, dan berani mengakui kesalahan; (8) Dewasa, bekerja tanpa putu asa dan menyadari keterbatasan; (9) Bijaksana, berbadan dan berpikir sehari; dan (10) Aparatur sejati, semangat, tak kenal menyerah, rela berkorban, dan loyal.
- Marie Muhammad, mantan Menkeu: manusia Indonesia masa depan adalah manusia yang transparan, bertanggungjwab dan bertanggunggugat, wajar dan setara, berkesinambungan dan berkelanjutan, memberi kesempatan yang sama untuk ambil bagian dalam proses pengambilan keputusan.
- Feisal Tamin, mantan Menpan: harus dibangun birokrat profesional karier hang netral, kompeten, sejahtera, setia dan taat kepada negara, pemerinah dan masyarakat, bermental baik, berwibawa, berkualitas, dan selalu memperbaiki dirinya memberikan pelayanan kepada masyarakat.
- Erna Witular, mantan Menteri: perlu ada saling tahu, adanya dialog, mengakui adanya perbedaan, tumbuh konsensus dan sinergi, dan melihat perbedaan justru sebagai warna dalam tata pengaturan.
- Hasil Penelitian LIPI (2000): harus dibangun manusia Indonesia modern yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dari Manusia Indonesia tradisional, yang bercirikan manusia yang selalu melihat ke masa depan, percaya pada diri sendiri, sikap hidup kritis, gaya hidup kreatif, cara berpikir rasional dan analitik, stratifiksi sosial
Selasa, 01 Maret 2011
Potret Bangsa Indonesia Masa Depan
Pemuda - Wirausaha
KELEMAHAN: KEKUATAN:
- PENGALAMAN FISIK
- INSTANT IDEALIS
- EGOIS CITA-CITA
- PUTUS ASA KREATIVITAS
- GENGSI KOLEKTIVITAS
- SANTAI,RELAKS SEMANGAT
PERUBAHAN DARI KE
- AKTIF PRO-AKTIF
- KREATIF KREATIF-INOVATIF
- PRODUKIF BERNILAI (TAMPIL BEDA)
- PENGIKUT PEMIMPIN INISIATOR
- SERBA TAHU SERBA MAPAN
- CAKAP SURVIVAL SKILL
- OUTPUT OUTCOME
MENUJU PROFESIONALITAS:
PENGALAMAN – KETERAMPILAN - PENGETAHUAN
LEARNING: TO KNOW; TO DO; TO LIVE TOGETHER,
TO BE ......; HOW TO LEARN – UNLEARN
MENUJU: PENINGKATAN;
- PRODUKTIVITAS;
- VISIONARY; FUTURISTIK
- WAWASAN PIMPINAN DAN KETEELADANAN
- CAKAP (LIFE SKILL)
DARI KE
- PENCARI KERJA PENCIPTA KERJA
- PEKERJA PENCIPTA KAPANGAN KERJA
- PEMBUKA LAPANGAN KERJA PEMUDA WIRASAHA BARU
KEPELOPORAN WIRA: UTAMA; GAGAH BERANI
- KEPEMIMPINAN SWA: MANDIRI
- KEMANDIRIAN STA: BERDIKARI
- KEBERANIAN USAHA:PRODUKTIVITAS
Minggu, 10 Oktober 2010
Pendidikan Kewirausahaan
Ciputra: Kita Terlalu Banyak Ciptakan Sarjana Pencari Kerja!
Oleh ST SULARTO
Proposal Lokakarya
Masukan dan kritik dari pembaca sangat kami perlukan.
Salam pendidikan,
Doni Koesoema A. M.Ed
Direktur Pendidikan Karakter
Peserta Lokakarya SD Sang Timur Manjadi Wartawan Cilik Bersama Wapres
Misi (Mission)
"Working for Better School of Tomorrow"
Visi (Vision)
Mencerdaskan kehidupan bangsa
dalam konteks masyarakat bhineka
Nilai Utama (Core Values)
Nilai-nilai utama yang menjadi prinsip pelayanan kami adalah:
1. Kerja sama (Partnership)
2. Terpercaya (Trusted)
3. Berhasil Guna (Effective)
4. Utuh dan Menyeluruh (Integrated)
5. Kontekstual (Contextual)
Lokakarya Pendidikan Karakter
Berikut ini tema-tema program lokakarya yang saat ini tersedia:
- Introduction to Character Education (Seri 1a)
- Introduction to Charactrer Education (Seri 1b)
- Rationale dan Tiga Basis Desain Pendidikan Karakter (Seri 2)
- Desain Pendidikan Karakter Berbasis Kelas (Seri 3)
- Desain Pendidikan Karakter Berbasis Kultur Sekolah (Seri 4)
- Desain Pendidikan Karakter Berbasis Komunitas (Seri 5)
- Delapan Langkah Program Pendidikan Karakter Efektif (Seri 6)
- Dokumentasi Program Pendidikan Karakter (Seri 7)
- Standard Evaluasi Pendidikan Karakter (Seri 8)
Penting, Pendidikan Karakter Generasi Muda
10-08-2010
Sabtu, 07 Agustus 2010
Sambutan MenegPAN-RI pada Pembukaan Prog. ENCOMPASS
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
pada
Acara Pembukaan Tahun Akademis / Seremoni Pembukaan
Program ENCOMPASS
(Encountering a common Past in Asia)
Melihat Asia Masa Lalu
disajikan di Universiteit Leiden
Selasa, 5 September 2006
Hooglandse kerk, Middelweg 2, Leiden
Negeri Belanda
Rektor Universitas Leiden yang saya hormati,
Hadirin yang bebahagia,
Assalam’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
The Five Keys to a Total Quality Improvement
The Five Keys to a Total Quality Improvement ( 5 – S )
(takashi Osada)
SEIRI : Ringkas Organization
SEITON : Rapi Neatness
SEISO : Resik Cleaning
SEIKETSU : Rawat Standardization
SHETSUKE: Rajin Dicipline
ISO 9000 : Total Quality Management (TQM)
ISO 14000 : Total Quality Environment Management (TQEM)
ISO 18000 : Total Quality Work Management (TQWM)
OSHA : Occupational, Safety, Health, & Act
(Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Karyawan = MK3)
atau Health Environment Safety.
Good Corporate Governance (GCG) = Sistem Tata Kelola
Penerapan GCG untuk sektor Bisnis (manufaktur/Jasa) maupun sektor public (pemerintah) perlu mempertimbangkan Critical Success Factor (CSF) dari GCG, sbb.:
1. Fairness (Keadilan)
2. Transparancy (Keterbukaan)
3. Accountability (Akuntabilitas)
4. Responsibility (Tanggungjawab)
5. Morality (Moralitas)
6. Reliability (Keandalan/Profesionalisme)
7. Commitment (Komitmen)
SWOT Analysis ( Strength, Weakness, Opportunities, Threats)
( Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman)
yaitu membandingkan antara faktor eksternal ( O & T ) dengan faktor internal ( S & W )
Selasa, 23 Desember 2008
Ada 4-CW, Penting!
Langkah-langkah kongkrit yang seharusnya dilakukan oleh setiap instansi/organisasi, khususnya pelayanan publik hendaknya didasarkan kesamaan platform menyangkut visi (vision), misi (mission), persepsi (perception), tujuan (goal), sasaran (target), rencana tindak (action plan), yang tidak terpisahkan satu dengan lainnya. Untuk dapat mengerucut pada kesamaan persepsi dan pemahaman visi-misi, tujuan-sasaran, dan rencana tindak, harus didasarkan atas 4C dan 4W:
4C:
1. CONCEPT, jelas, komprehensif, dan inovatif.
2. COMPETENT, sesuai sesuai kemampuan, baik dari segi SDM, sarana dan prasarana,maupun anggaran.
3. CONNECTION, hubungan antara satu kegitn dengan kegitan yang lain harus saling terkait. Tumpang tindih sebaiknya dihindari, tetapi duplikasi tidak boleh terjadi.
4. COMMITMENT, pelaksanaan tugas harus konsisten dan serius. Melalui penetapan kinerja pada masing-masing pejabat publik, harus konsisten dan serius dilaksanakan.
4W:
Agar operasionalisasi at any case mencapai hasil maksimal, diperlukan langkah-langkah manajemen menyangkut:
1. WELL PLANNED, perencanaan yang baik, langkah awal dari manajemen yaitu planning, berarti setiap tugas/pekerjaan sebelum dilaksanakan harus direncanakaan dengan baik atau dilakukan secara terencana.
2. WELL ORGANIZED, organisasi yang baik, langkah kedua yaitu organizing, artinya menetapkan struktur organisasi siapa melakukan apa dengan tugas dan fungsinya harus jelas.
3. WELL ARRANGED, pengaturan yang baik, langkah berikutnya berupa actuating atau melaksanakan tugas dan fungsi yang telah ditetapkan. Untuk melaksanakannya, perlu diatur dengan baik, sehingga tidak terjadi benturan, duplikasi, dan penyimpangan.
4. WELL CONTROLLED, pengendalian dan pengawasan yang baik, langkah manajemen terakhir yaitu pengawasan dan pengendalian agar pelaksanaan tugas dan fungsi berlangsung sesuai rencana dan senantiasa pada setiap langkah perlu ada penyesuaian, namun dikendalikan dan diawasai dengan baik.*** MArafah